Skip to main content

Pasukan pendudukan Israel terus melanjutkan agresi militernya di Jalur Gaza melalui peluncuran serangan udara serta tembakan artileri secara langsung yang merenggut nyawa dan melukai sejumlah warga sipil di berbagai wilayah. Di lingkungan Zeitoun, sebelah tenggara Kota Gaza, seorang warga Palestina dilaporkan gugur akibat tembakan pasukan darat musuh. Sementara itu, di lingkungan Tel al-Hawa yang berada di sektor barat daya, Rumah Sakit Al-Quds melaporkan telah menerima sembilan korban cedera pasca-serangan udara Israel yang membidik kawasan sekitar gedung radio dan televisi setempat.

Kekerasan militer juga menghantam wilayah selatan dan tengah Jalur Gaza dengan intensitas tinggi. Di kawasan Mawasi Khan Yunis, serangan bom dari pesawat jet Israel yang menyasar sebuah tenda pengungsian di sekitar Jalan Roni mengakibatkan beberapa warga gugur dan terluka, bersamaan dengan gempuran artileri berat yang membombardir wilayah timur Khan Yunis. Di Gaza tengah, pesawat nirawak Israel melepaskan tembakan dan melakukan pengintaian agresif di bagian timur kamp pengungsian Bureij. Selain itu, jumlah korban tewas akibat serangan udara yang menghantam sebuah dapur umum di lahan dekat Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa dilaporkan meningkat menjadi tiga orang gugur setelah beberapa korban luka kritis akhirnya tidak dapat terselamatkan.

Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza mengeluarkan laporan statistik harian yang mencatat bahwa dalam 48 jam terakhir terdapat enam jenazah korban baru yang dievakuasi ke rumah sakit serta 19 korban luka-luka. Pihak kementerian menegaskan bahwa banyak korban yang hingga kini masih tertimbun di bawah runtuhan bangunan atau tergeletak di jalanan karena tim ambulans dan pertahanan sipil terus dihalangi serta tidak mampu menjangkau lokasi akibat blokade dan ancaman tembakan langsung dari pasukan Israel.

Berdasarkan data akumulatif yang dirinci oleh Kementerian Kesehatan, sejak deklarasi gencatan senjata pada 11 Oktober, jumlah korban jiwa telah mencapai 871 orang gugur, 2.562 orang luka-luka, serta 776 kasus penyelamatan yang berhasil dievakuasi. Sementara itu, jika dihitung sejak awal pecahnya agresi besar-besaran pada 7 Oktober 2023, jumlah total korban gugur di Jalur Gaza kini telah menembus angka 72.763 orang, di mana angka kematian dan cedera diprediksi akan terus melonjak seiring dengan pembantaian massal yang belum juga dihentikan oleh pasukan pendudukan.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: UNN