Pada hari Selasa, 12 Mei 2026, Hizbullah melanjutkan rentetan operasinya terhadap posisi dan pergerakan pasukan pendudukan Israel di perbatasan selatan Lebanon. Menggunakan kombinasi rudal berpemandu, drone serang, dan peluru artileri, Hizbullah menargetkan kumpulan tentara serta kendaraan militer musuh dalam serangkaian serangan yang terkoordinasi. Salah satu bentrokan sengit terjadi di kawasan Wadi al-Ain, yang terletak di antara kota Al-Bayada dan Beit al-Sayyad. Pada malam hari, Hizbullah memukul mundur pasukan Israel yang terdiri dari tank Merkava, dua buldoser, kendaraan militer beroda, dan unit infanteri yang mencoba merangsek maju ke wilayah tersebut. Sebuah tank Merkava berhasil dihancurkan dengan rudal berpemandu hingga menelan pukulan telak, sementara sisa pasukan digempur dengan rentetan artileri dan roket. Serangan lanjutan di lokasi yang sama kembali dilancarkan satu jam kemudian untuk memastikan pergerakan musuh benar-benar lumpuh.
Intensitas serangan udara dan darat terus meningkat di berbagai titik lainnya sepanjang hari. Pasukan Hizbullah mengerahkan armada drone serang untuk menghancurkan sebuah kendaraan teknik militer Israel di Tayr Harfa, disusul dengan pembakaran kendaraan tempur Hummer di jalan Naqoura-Iskenderun akibat serangan presisi serupa. Sebuah tank Merkava di wilayah Iskenderun juga hancur terkena serangan udara. Di kawasan pelabuhan Naqoura dan kota Al-Bayada, kawanan drone tempur Hizbullah menggempur tempat persembunyian serta titik kumpul tentara pendudukan secara bergelombang pada sore harinya. Kehancuran armada lapis baja Israel terus berlanjut hingga ke kota Taybeh, di mana tiga tank Merkava dilaporkan terbakar habis akibat rentetan serangan senjata anti-tank yang membidik formasi pertahanan musuh di area Baydar al-Faqani. Sehari sebelumnya, serangan rudal berpemandu juga secara akurat menghantam pasukan Israel yang berlindung di sebuah rumah di kota Houla.
Strategi pelemahan kekuatan musuh turut menyasar kawasan Rashaf, pos militer baru di Balat, dan segitiga Qouzah, yang terus dibombardir menggunakan formasi drone tempur dan rentetan roket. Selain itu, Hizbullah memberikan fokus khusus pada situs militer strategis Al-Abbad melalui lima serangan pesawat nirawak presisi yang dilancarkan secara berturut-turut pada sore hari. Serangan beruntun ini secara sistematis menghancurkan sebuah kendaraan militer yang ditumpangi dua tentara, dua kendaraan komunikasi taktis, sebuah tank Merkava, serta sistem pengacau sinyal canggih “Drone Dome” milik musuh. Kehancuran fasilitas teknis dan militer di situs Al-Abbad ini semakin menegaskan ketidakmampuan sistem pertahanan udara Israel dalam mendeteksi dan menghentikan pergerakan armada drone milik perlawanan.
Dalam pernyataan operasionalnya, Hizbullah menegaskan bahwa seluruh langkah militer ini merupakan tindakan pertahanan mutlak demi melindungi Lebanon beserta rakyatnya. Serangan ini juga dikerahkan sebagai balasan langsung atas pelanggaran gencatan senjata berulang yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel, yang telah merenggut nyawa dan melukai warga sipil di berbagai desa di Lebanon selatan. Dampak dari serangan masif ini mulai diakui oleh pihak musuh, di mana media pendudukan Israel mengonfirmasi bahwa sedikitnya dua tentara mereka terluka akibat ledakan drone Hizbullah di kawasan perbatasan. Selain itu, laporan media Israel juga menyebutkan bahwa dua helikopter militer telah mendarat di Rumah Sakit Rambam di Haifa untuk mengevakuasi para tentara yang menjadi korban dalam serangkaian pertempuran mematikan tersebut.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: MTV Lebanon


