Pasukan pendudukan Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan sebuah gedung di kawasan Haret Hreik, pinggiran selatan Beirut, pada Rabu malam, 6 Mei 2026. Laporan koresponden di lapangan mengonfirmasi bahwa agresi tersebut menyebabkan dua orang gugur dan tujuh lainnya mengalami luka-luka. Serangan di wilayah pemukiman padat penduduk ini menambah daftar panjang pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang seharusnya masih berlaku.
Agresi ini terjadi di tengah masa gencatan senjata yang sebelumnya disepakati pada tengah malam tanggal 16-17 April melalui pengumuman Presiden AS Donald Trump. Meskipun Trump telah memperpanjang durasi gencatan senjata menjadi tiga minggu setelah awalnya hanya ditetapkan selama sepuluh hari, realita di lapangan menunjukkan eskalasi yang terus meningkat. Selain di Beirut, serangan udara Israel juga dilaporkan terus menggempur wilayah Lebanon Selatan dan Lembah Bekaa Barat dalam beberapa pekan terakhir.
Rangkaian serangan udara yang terus berlangsung ini telah mengakibatkan jatuhnya ratusan korban jiwa dan luka-luka dalam waktu singkat, memicu kekhawatiran akan runtuhnya kesepakatan diplomatik secara total. Tindakan militer Israel di Haret Hreik dan wilayah Lebanon lainnya dianggap sebagai tantangan terbuka terhadap upaya internasional dalam menjaga stabilitas kawasan, di mana pihak perlawanan terus menegaskan haknya untuk merespons setiap pelanggaran guna melindungi warga sipil dan kedaulatan negara.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: DW



