Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pada Rabu malam, 6 Mei 2026, bahwa ia memperkirakan perang melawan Iran akan segera berakhir. Pernyataan ini muncul di tengah upaya Washington untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri kebuntuan di Selat Hormuz serta sengketa program nuklir Teheran. Dalam sebuah acara dukungan untuk kandidat gubernur Georgia, Trump menegaskan bahwa langkah keras yang diambilnya memiliki alasan vital, yaitu mencegah Iran memiliki senjata nuklir, dan ia meyakini proses ini akan tuntas dalam waktu dekat.
Meskipun memprediksi akhir perang, Trump menyebut bahwa saat ini masih terlalu dini untuk memikirkan pembicaraan langsung antara kedua negara. Namun, laporan dari berbagai media dan agensi Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Washington telah menyerahkan draf proposal satu halaman yang berisi 14 poin untuk mengakhiri konflik. Pihak Amerika Serikat kini menunggu respons dari Teheran terkait beberapa poin krusial dalam proposal tersebut dalam kurun waktu 48 jam ke depan.
Di saat yang sama, Iran tidak tinggal diam dalam mengamankan kedaulatan maritimnya. Teheran secara resmi telah meluncurkan mekanisme baru untuk mengelola lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz dan telah menetapkan rute jalur aman yang dikendalikan oleh otoritas mereka. Langkah Iran ini menjadi penegasan posisi tawar mereka di lapangan, sementara jalur diplomasi mulai menunjukkan pergerakan melalui proposal 14 poin yang diajukan oleh pihak Gedung Putih.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: PBS



