Skip to main content

Kantor berita Iran, Tasnim, pada Selasa, 5 Mei 2026, merilis laporan yang membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai efektivitas blokade laut di Selat Hormuz. Tasnim mengutip data dari TankerTrackers yang mengonfirmasi bahwa sebanyak 16 kapal tanker minyak yang terkait dengan Iran telah berhasil melintasi Selat Hormuz sepanjang bulan April. Laporan ini didukung oleh data dari Kpler, sebuah organisasi pemantau data maritim, yang juga mencatat perlintasan kapal-kapal Iran selama periode tersebut.

Laporan ini muncul sebagai respons langsung atas pernyataan Donald Trump sebelumnya yang menyebut blokade Amerika Serikat terhadap pesisir dan pelabuhan Iran sangat kokoh “seperti potongan baja” dan tidak ada yang berani menantangnya. Sebagaimana diketahui, Trump mengumumkan blokade angkatan laut di Selat Hormuz sejak 12 April 2026, dengan tujuan untuk menekan Iran hingga tercapainya kesepakatan final untuk mengakhiri perang.

Di sisi lain, Iran secara sengaja menerapkan kebijakan penutupan Selat Hormuz bagi kapal-kapal milik negara yang dianggap bermusuhan. Meski demikian, Teheran memberikan pengecualian bagi kapal dari negara-negara yang berkoordinasi dengan mereka untuk melewati koridor tertentu yang telah ditentukan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Kontradiksi antara klaim Washington dan fakta lapangan yang dilaporkan Tasnim menunjukkan bahwa persaingan kendali atas jalur pelayaran paling strategis di dunia ini masih terus berlangsung di tengah eskalasi perang melawan Iran.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: Al Jazeera