Skip to main content

Kementerian Kesehatan Israel melaporkan penambahan 13 kasus baru sejak pembaruan terakhir kemarin, sehingga total pasien yang masuk ke rumah sakit-rumah sakit Israel sejak dimulainya perang melawan Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, hingga Senin malam, 5 Mei 2026, mencapai 8.604 kasus. Data ini menunjukkan besarnya beban yang harus ditanggung fasilitas medis Israel akibat rangkaian konflik yang terjadi dalam kurun waktu tersebut.

Berdasarkan rincian data pasca-gencatan senjata, tercatat sebanyak 703 korban luka dari front utara yang dirawat di berbagai rumah sakit setelah gencatan senjata dengan Iran diberlakukan. Selain itu, terdapat 285 korban luka tambahan dari front utara yang masuk ke rumah sakit setelah kesepakatan gencatan senjata dengan Lebanon tercapai. Angka-angka ini mencerminkan intensitas pertempuran yang tetap tinggi di wilayah perbatasan sebelum maupun sesaat setelah jeda pertempuran resmi diumumkan.

Sebagai perbandingan untuk memberikan gambaran skala eskalasi, data menunjukkan bahwa jumlah korban luka yang dipindahkan ke rumah sakit di wilayah utara selama Operasi “Uli al-Baas” pada tahun 2024 berjumlah 900 orang. Peningkatan angka yang tercatat dalam periode saat ini mengindikasikan adanya lonjakan drastis dalam tingkat cedera dan intensitas serangan yang dihadapi oleh pasukan pendudukan dibandingkan dengan operasi militer pada periode sebelumnya.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Anadolu Agency