Skip to main content

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, memberikan pesan audio kepada rakyat pada Rabu, 29 April 2026, yang menegaskan bahwa seluruh agenda musuh untuk meruntuhkan pemerintahan dalam waktu singkat telah gagal total. Beliau mengungkapkan bahwa sejak awal, pihak musuh merencanakan pembunuhan terhadap Pemimpin Revolusi, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, serta sejumlah komandan militer dengan target mengakhiri rezim dalam waktu tiga hari. Namun, keteguhan sistem pertahanan dan kesiapan militer Iran terbukti mampu mematahkan skenario tersebut, sementara intensitas peluncuran rudal dan drone Iran tetap berlanjut tanpa bisa dihentikan.

Dalam laporannya, Qalibaf juga membeberkan upaya musuh yang mencoba mengaktifkan gerakan separatis di bagian barat negara serta rencana kudeta besar-besaran yang dijadwalkan pada malam perayaan tahun baru Persia. Rencana masuknya pasukan asing yang sempat diuji coba di Isfahan tersebut justru berakhir dengan kegagalan memalukan yang beliau sebut sebagai skandal “Tabas 2”. Menurut beliau, keberhasilan menggagalkan berbagai plot yang secara teori mampu meruntuhkan sebuah negara ini hanya mungkin tercapai karena adanya persatuan dan kehadiran aktif rakyat di panggung politik dan keamanan.

Saat ini, musuh disebut telah memasuki fase baru yang berfokus pada pelemahan dari dalam melalui blokade laut, perang media, serta tekanan ekonomi untuk memicu perpecahan. Qalibaf menyoroti strategi Presiden AS Donald Trump yang mencoba membagi masyarakat Iran ke dalam kelompok “garis keras” dan “moderat” sebagai upaya adu domba. Menanggapi hal ini, beliau menekankan bahwa harmoni nasional di bawah komando pemimpin negara adalah satu-satunya kunci untuk menghadapi konspirasi tersebut dan memastikan Iran meraih kemenangan telak dalam perang urat saraf ini.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran menegaskan bahwa persatuan nasional di bawah panji Pemimpin Tertinggi, Sayyid Mojtaba Khamenei, telah menghancurkan semua kalkulasi kekuatan asing. Komite menyatakan bahwa lembaga keamanan dan angkatan bersenjata saat ini berada di puncak kekuatan serta menjadi benteng yang tidak tertembus bagi setiap agresi baru. Penegasan ini disampaikan bersamaan dengan aksi massa jutaan rakyat Iran dalam “Parade Besar Kekuatan Nasional” yang menunjukkan solidaritas total antara rakyat, militer, dan kepemimpinan politik.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Anadolu Agency