Skip to main content

Kementerian Kesehatan Israel melaporkan bahwa sebanyak 612 warga Israel Utara mengalami luka-luka sejak pengumuman gencatan senjata dengan Iran pada 8 April 2026. Secara akumulatif, otoritas kesehatan mencatat total 8.513 korban luka sejak dimulainya Operasi “Roar of the Lion” hingga Rabu pekan ini, termasuk 16 korban baru yang masuk dalam 24 jam terakhir. Statistik ini mencerminkan kegagalan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan meskipun kesepakatan diplomatik telah diumumkan secara formal.

Lonjakan jumlah korban ini merupakan dampak langsung dari operasi balasan yang terus dilancarkan oleh perlawanan Islam terhadap konsentrasi prajurit, kendaraan militer, dan posisi pertahanan Israel di Lebanon Selatan serta pemukiman perbatasan. Pihak perlawanan menegaskan bahwa tindakan militer mereka adalah respons terhadap pelanggaran berulang yang dilakukan tentara Israel terhadap kesepakatan jeda pertempuran, terutama serangan yang terus menyasar desa-desa Lebanon dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di kalangan sipil.

Di balik tekanan di medan tempur, militer Israel kini menghadapi krisis personel yang sangat serius dan telah berkembang menjadi masalah struktural yang mengancam kesiapan perang di berbagai front. Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Eyal Zamir, mengeluarkan peringatan luar biasa bahwa militer sedang mendekati titik “keruntuhan internal.” Dalam laporannya kepada kabinet terbatas, Zamir mengibaratkan situasi ini dengan “sepuluh bendera merah” yang menuntut solusi legislatif segera terkait undang-undang wajib militer, masa pengabdian cadangan, dan perpanjangan dinas wajib.

Peringatan dari pimpinan tertinggi militer tersebut mempertegas laporan-laporan sebelumnya dari berbagai entitas politik dan media yang menyebutkan bahwa militer Israel tidak lagi sekadar kekurangan jumlah prajurit, tetapi kehilangan kemampuan untuk mengelola perang multifront secara berkelanjutan. Hingga saat ini, pemerintah dilaporkan belum memberikan respons tegas terhadap tuntutan militer tersebut, yang memicu kekhawatiran mendalam di internal Israel mengenai kemampuan angkatan bersenjata mereka untuk mempertahankan posisi di tengah eskalasi yang tak kunjung mereda di Lebanon Selatan.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: Anadolu Agency