Pemimpin gerakan Ansar Allah di Yaman, Sayyid Abdul-Malik Badr al-Din al-Houthi, memberikan pidato yang sangat krusial pada hari Kamis, 5 Maret 2026, bertepatan dengan ceramah Ramadhan keenam belas. Dalam pesannya yang ditujukan langsung kepada rakyat dan pemerintah Republik Islam Iran, Al-Houthi menegaskan bahwa pasukan Yaman kini telah meletakkan tangan mereka di atas pelatuk dan berada dalam kesiapan penuh untuk melakukan intervensi militer secara langsung kapan pun diperlukan. Ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat dan Israel saat ini sedang secara terang-terangan berupaya mengubah peta Timur Tengah demi mewujudkan ambisi “Israel Raya” melalui penghancuran kedaulatan bangsa-bangsa Muslim.
Al-Houthi menjelaskan bahwa bangsa Islam sedang menghadapi konfrontasi panas melawan “Thaghut Zaman Ini” yang direpresentasikan oleh aliansi Amerika, Zionis, dan kekuatan arogan lainnya yang ingin merampas hak-hak serta menjadikan tanah air umat sebagai jarahan. Ia menekankan bahwa entitas Israel hanyalah salah satu lengan dari gerakan Zionisme internasional yang juga didukung oleh Inggris dan kekuatan Barat lainnya. Dalam pandangannya, upaya mengejar opsi diplomatik atau bergantung pada lembaga internasional merupakan ilusi yang sangat konyol, karena musuh-musuh tersebut sama sekali tidak menghargai hukum internasional maupun norma kemanusiaan. Menurutnya, hanya jalan jihad yang mampu tegak menghadapi serangan setan yang destruktif ini.
Terkait syahadah Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, Al-Houthi menegaskan bahwa pembunuhan yang dilakukan oleh Amerika dan entitas Zionis tersebut tidak akan pernah menyebabkan jatuhnya rezim Islam di Iran. Ia justru memuji ketangguhan Garda Revolusi (IRGC) dan militer Iran yang saat ini tengah memberikan pukulan mematikan bagi pasukan Amerika hingga membuat tentara mereka mulai melarikan diri dari medan tempur. Al-Houthi juga menyindir rezim-rezim Arab yang setia kepada Zionis karena justru membela pangkalan Amerika di wilayah mereka, sembari menegaskan bahwa pangkalan-pangkalan tersebut sebenarnya dibangun untuk menyerang umat dan melindungi kepentingan Israel.
Sebagai bentuk solidaritas nyata, Al-Houthi menyerukan mobilisasi massa sebanyak dua juta orang untuk turun ke jalan-jalan di Yaman pada hari Jumat esok guna menegaskan dukungan mutlak kepada Iran dan seluruh bangsa di kawasan dalam melawan tirani Washington dan Tel Aviv. Dengan mengambil inspirasi dari peringatan Perang Badr (Hari Al-Furqan) yang jatuh pada hari ini, ia menyerukan agar bangsa Islam bangkit secara independen berdasarkan identitas Islam untuk mengalahkan kekuatan kekafiran dan kemunafikan. Pesan ini mengirimkan sinyal bahaya bagi militer AS di kawasan bahwa front Yaman siap meledak sepenuhnya sebagai bagian dari koordinasi perlawanan regional yang semakin erat.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Middle East Online


