Skip to main content

Dewan Media Pemerintah Iran pada Minggu, 1 Maret 2026, mengumumkan pembentukan komite-komite khusus guna menjamin keberlangsungan layanan publik yang berkelanjutan di bawah kondisi perang. Dalam pernyataan ketiganya, dewan tersebut menegaskan bahwa komite-komite ini telah melakukan koordinasi intensif sejak jam-jam pertama agresi Amerika-Zionis dan telah meng instruksikan kementerian serta lembaga terkait untuk menjalankan prosedur eksekutif darurat. Langkah-langkah strategis juga telah diambil oleh Bank Sentral untuk menjaga stabilitas ekonomi, sementara operasional pembersihan kargo di seluruh pelabuhan serta armada transportasi berat, termasuk tangki minyak dan truk, tetap bekerja dalam kapasitas penuh demi memastikan jalur logistik nasional tidak terganggu oleh situasi perang.

Di tingkat otoritas tertinggi, Dewan Kepemimpinan Sementara Iran telah menyelenggarakan pertemuan keduanya pada hari Minggu setelah pembentukannya diumumkan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani. Dewan ini dibentuk secara konstitusional untuk mengambil alih seluruh tanggung jawab Pemimpin Besar hingga suksesor resmi terpilih. Anggota dewan sekaligus Kepala Kehakiman Iran, Sheikh Gholam Hossein Mohseni Ejei, menegaskan bahwa dewan akan menjalankan tugasnya secara maksimal. Beliau menyatakan, “Pemimpin-pemimpin lain akan segera menempati posisi para martir yang telah gugur, dan mereka akan membuat musuh yang licik dan berkhianat ini mengerti bahwa rakyat tidak akan menyerah pada tindakan teroris dan intimidasi psikologis seperti ini.”

Komposisi Dewan Kepemimpinan Sementara ini terdiri dari tiga tokoh kunci: Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Kepala Kehakiman Sheikh Gholam Hossein Mohseni Ejei, dan Sheikh Ali Reza Arafi. Juru bicara Dewan Penentu Kepentingan mengonfirmasi terpilihnya Sheikh Ali Reza Arafi sebagai anggota dewan untuk fase transisi ini. Sebagai sosok ulama terkemuka dan figur penting dalam sistem politik serta religius Iran, Sheikh Arafi merupakan anggota Majelis Ahli yang menjabat sebagai Wakil Ketua Kedua majelis tersebut sejak 2024, sekaligus memegang posisi di Dewan Garda. Keberadaan dewan kolektif ini merupakan amanat konstitusi untuk mengisi kekosongan otoritas pasca-syahadah Ayatullah Sayyid Ali Khamenei akibat agresi Amerika-Israel di “Rumah Kepemimpinan”.

Upaya konsolidasi ini menunjukkan bahwa meskipun Iran kehilangan jajaran pimpinan tertingginya dalam serangan Sabtu dini hari, sistem pemerintahan dan militer tetap berfungsi secara sistematis. Pengaktifan komite khusus di tingkat kementerian dan dewan kepemimpinan di tingkat tertinggi dirancang untuk menggagalkan skenario musuh yang mengharapkan terjadinya kelumpuhan total di Teheran. Dengan tetap berjalannya sektor ekonomi, logistik, dan komando strategis, Iran mengirimkan pesan tegas bahwa transisi kekuasaan sedang berlangsung dengan stabil di tengah gempuran Operasi True Promise 4.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: Al Jazeera