Skip to main content

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) secara resmi mengonfirmasi pada Minggu, 1 Maret 2026, bahwa tiga tentara Amerika Serikat tewas dan sejumlah lainnya terluka, termasuk lima orang dalam kondisi kritis, akibat serangan rudal dan drone Iran yang menyasar berbagai pangkalan militer di kawasan. Selain korban jiwa, banyak personel dilaporkan menderita luka akibat serpihan ledakan serta mengalami gegar otak hebat. Di saat yang sama, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melaporkan keberhasilan pelaksanaan gelombang ketujuh dan kedelapan Operasi True Promise 4 sejak Minggu pagi melalui peluncuran rudal secara berturut-turut dan penerbangan drone skala besar yang menargetkan posisi strategis Amerika dan Israel.

Dampak dari serangan terbaru ini dilaporkan sangat melumpuhkan, di mana pangkalan udara “Ali Al Salem” di Kuwait dinyatakan keluar dari layanan operasional (out of service). Selain itu, tiga fasilitas infrastruktur maritim milik pangkalan “Mohammed Al Ahmad” di Kuwait juga hancur total. Di Bahrain, markas besar Armada Kelima AS di pelabuhan Mina Salman dihantam oleh empat drone yang menyebabkan kerusakan signifikan pada pusat komando dan pendukungan. Dua rudal balistik juga dilaporkan tepat sasaran menghantam kediaman militer AS di Bahrain. Pihak Kedutaan Besar AS di Manama segera mengeluarkan peringatan darurat bagi warganya untuk menghindari hotel-hotel tertentu, terutama setelah Hotel Crowne Plaza yang menampung pejabat militer AS menjadi target serangan.

Di perairan strategis, situasi kian mencekam setelah IRGC mengonfirmasi serangan terkonsentrasi menggunakan empat rudal balistik terhadap kapal induk “Abraham Lincoln”. Selain itu, tiga kapal tanker minyak milik Amerika Serikat dan Inggris di Teluk serta Selat Hormuz dilaporkan terbakar hebat setelah terkena hantaman rudal. Di wilayah Erbil, Irak, koresponden Al-Mayadeen melaporkan setidaknya empat ledakan besar terdengar di dekat pangkalan Harir. Serangan sistematis ini juga menjangkau Uni Emirat Arab, di mana sebuah drone Iran dilaporkan menghantam bangunan yang menampung personel keamanan Israel di Abu Dhabi, mengakibatkan sedikitnya dua orang terluka.

Di sektor pertahanan udara, militer Iran melalui Pernyataan Nomor 5 mengumumkan keberhasilan menjatuhkan 10 drone canggih musuh dalam beberapa jam terakhir, yang sebagian besar merupakan tipe “Hermes”. Penembakan jatuh ini dilakukan oleh jaringan pertahanan udara terpadu di berbagai wilayah strategis seperti Teheran, Khuzestan, Isfahan, serta kawasan nuklir Fordow. Dengan tambahan ini, total drone musuh yang berhasil dihancurkan sejak awal agresi mencapai 22 unit, termasuk drone MQ-9 milik Amerika Serikat yang rekaman jatuhnya telah dirilis oleh Garda Revolusi. Pihak Iran menegaskan bahwa serangan akan terus berlanjut hingga seluruh pangkalan militer agresor di kawasan, termasuk Al Udeid di Qatar dan Al Dhafra di UEA, benar-benar dilumpuhkan sebagai pembalasan atas syahadah Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Al Jazeera