Sebagai respons atas agresi Israel dan dalam rangka membela Lebanon serta rakyatnya, Perlawanan Islam melaksanakan 24 operasi militer pada Rabu, 13 November 2024. Operasi-operasi ini terutama menyasar permukiman, lokasi, barak, serta konsentrasi pasukan musuh Israel di sepanjang perbatasan Lebanon–Palestina, dengan menggunakan rudal dan tembakan artileri.
Di front darat, para pejuang Perlawanan Islam menghantam kumpulan dan pergerakan pasukan musuh Israel di sekitar kota Maroun al-Ras, Yaroun, dan al-Adisa dengan rentetan roket, yang mengenai sasaran secara efektif.
Unit rudal Perlawanan juga menggempur konsentrasi pasukan musuh di pinggiran kota Maroun al-Ras dan Bint Jbeil menggunakan salvo rudal “Nasr-1”, dengan hantaman yang terkonfirmasi.
Selain itu, unit rudal Perlawanan melancarkan hujan rudal ke sejumlah pangkalan militer, permukiman, dan kota di Palestina yang diduduki di wilayah utara, di antaranya pangkalan logistik Divisi ke-146 di sebelah timur permukiman Nahariya, markas Batalion Ramim di Barak Hounin, serta permukiman Katzrin dan Kfar Faradim.
Dalam rangkaian Operasi Khaibar dan sebagai perkembangan lapangan yang bersifat kualitatif, Perlawanan Islam melancarkan dua serangan besar: yang pertama menggunakan skuadron drone serang, dan yang kedua dengan rudal balistik tipe “Qader-2”, yang menargetkan Pangkalan Kirya—lokasi markas Kementerian Perang dan Staf Umum tentara Israel—yang terletak sekitar 120 kilometer dari perbatasan Lebanon–Palestina, di Tel Aviv, dengan serangan presisi yang tepat sasaran.
Unit rudal Perlawanan juga menargetkan Pangkalan Glilot serta perusahaan industri persenjataan militer Israel “IWI” di pinggiran Tel Aviv, yang berjarak sekitar 110 kilometer dari perbatasan Lebanon–Palestina, menggunakan salvo rudal berkualitas tinggi.
Dalam konteks yang sama, Angkatan Udara Perlawanan melancarkan serangan udara dengan skuadron drone selam ke Pangkalan Amos—pangkalan formasi angkutan di wilayah utara—yang terletak sekitar 55 kilometer dari perbatasan Lebanon–Palestina, di sebelah barat kota Afula, dan mengenai sasaran secara presisi.
Para pejuang unit pertahanan udara Perlawanan menghadapi dua drone pengintai Israel jenis Hermes-450 dan Hermes-900 di wilayah udara sektor tengah, dengan rudal darat-ke-udara, dan memaksa keduanya keluar dari wilayah udara Lebanon.
Media militer Perlawanan menyiarkan rekaman video berisi pesan Sekretaris Jenderal Hizbullah, Yang Mulia Sheikh Naim Qassem, yang ditujukan kepada para mujahidin Perlawanan Islam. Media militer juga merilis sebuah video berjudul “Allah Akan Mencerai-beraikan Kumpulan Ini”, yang menampilkan kerugian paling menonjol di pihak musuh sejak dimulainya apa yang mereka sebut sebagai “manuver darat di Lebanon selatan.”
Sebaliknya, media Israel mengungkap insiden keamanan serius di sektor barat Lebanon selatan, ketika sebuah unit dari Batalion ke-51 Brigade Golani memasuki sebuah bangunan di salah satu desa Lebanon dan terjebak dalam penyergapan. Empat pejuang Hizbullah muncul dari sebuah terowongan dan melepaskan tembakan dari jarak sangat dekat, sementara sebuah rudal antitank diluncurkan dari bangunan sekitar, menyebabkan bangunan tersebut runtuh menimpa para tentara. Menurut juru bicara tentara musuh, pertempuran berlangsung selama tiga jam, menewaskan enam tentara Israel, termasuk seorang komandan peleton, serta melukai sejumlah lainnya yang dievakuasi dari bawah reruntuhan di bawah tembakan Hizbullah.
Pada hari itu, sirene peringatan berbunyi 23 kali di berbagai wilayah Palestina yang diduduki, terutama di permukiman Galilea Atas dan Galilea Bawah, serta sepanjang garis pantai dari Ras al-Naqoura di utara hingga kawasan Tel Aviv di selatan.
Sumber berita: Al-Manar
Sumber gambar: Times of Israel


