Lautan massa memadati “Alun-alun Asyura” di pinggiran selatan Beirut pada Minggu, 1 Maret 2026, sebagai bentuk kesetiaan kepada pemimpin bangsa yang telah gugur, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Menanggapi seruan Hizbullah, ribuan orang dari berbagai penjuru Lebanon berkumpul untuk mengutuk aksi pembunuhan pengecut tersebut dan menyatakan dukungan total mereka kepada Republik Islam Iran. Para pemimpin dan ulama di Lebanon menegaskan hak konstitusional serta syariat bagi Iran untuk membalas serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah kedaulatannya. Mereka menggambarkan sosok almarhum sebagai teladan keteguhan dalam membela kaum tertindas di seluruh dunia.
Dalam pernyataan belasungkawa resminya, Hizbullah menyampaikan janji setia yang tidak tergoyahkan kepada mendiang Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Mereka menegaskan bahwa perjuangan ini merupakan kelanjutan dari jalan para martir besar sebelumnya, mulai dari Sayyid Abbas al-Moussawi, Sayyid Hassan Nasrallah, hingga Sayyid Hashem Safieddine. Hizbullah menyatakan akan berdiri tegak bersama kepemimpinan, pemerintah, Garda Revolusi, militer, dan rakyat Iran dalam menghadapi segala tantangan guna mengalahkan para agresor yang angkuh hingga mencapai kemenangan akhir yang sempurna.
Hizbullah menekankan bahwa Ayatullah Sayyid Ali Khamenei gugur di tangan “paling celaka di antara yang celaka di era ini”, yakni para teroris Israel dan Amerika Serikat. Syahadah beliau yang terjadi pada bulan suci Ramadan dipandang mengikuti jejak kakek buyutnya, Amirul Mukminin Imam Ali bin Abi Thalib. Di bawah kepemimpinan beliau selama 36 tahun, Iran telah bertransformasi menjadi negara yang kuat dan mulia di segala bidang, baik sains, jihad, maupun perlawanan. Hizbullah menyampaikan ucapan selamat atas pencapaian derajat kesyahidan yang agung ini kepada Imam Zaman, para otoritas keagamaan besar, serta seluruh mujahidin di dunia Islam.
Selain di Lebanon dan Iran, gelombang demonstrasi besar-besaran juga pecah di berbagai negara seperti Irak, Pakistan, Bahrain, India, dan Yaman. Massa di seluruh penjuru dunia mengutuk serangan yang menyasar “Rumah Kepemimpinan” pada Sabtu dini hari tersebut. Hizbullah mengingatkan bahwa sepanjang hayatnya, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menghabiskan usianya untuk melayani kaum papa dan menjadikan pembebasan Palestina serta dukungan bagi rakyat Palestina sebagai isu sentral perjuangannya. Pengorbanan tertinggi ini dipandang bukan sebagai akhir, melainkan sebagai bahan bakar baru bagi seluruh faksi perlawanan untuk mengintensifkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan Amerika dan entitas Zionis.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: The Hindu



