Gelombang balasan militer Iran terhadap agresi Amerika-Israel mencapai puncaknya pada Minggu pagi, 1 Maret 2026, dengan dampak kehancuran yang signifikan di pusat-pusat kota entitas Zionis. Pemerintah kota Tel Aviv melaporkan bahwa satu hantaman rudal tunggal Iran semalam telah meluluhlantakkan sedikitnya 40 bangunan, yang memaksa 200 penduduk mengungsi ke tiga hotel di dalam kota. Saluran televisi Israel, Channel 12, mengonfirmasi bahwa jatuhnya rudal tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka di pihak pemukim. Militer Israel memberikan komentar resmi mengenai insiden mematikan ini dengan menyatakan bahwa rudal tersebut membawa hulu ledak berisi ratusan kilogram bahan peledak tinggi, yang mampu menembus sistem pertahanan udara dan menciptakan kerusakan struktural masif.
Kehancuran serupa juga terlihat di kota Beit Shemesh, dekat Yerusalem yang diduduki, di mana serangan rudal Iran pagi ini memicu kerusakan besar-besaran. Otoritas pendudukan sebelumnya telah mengakui tewasnya sedikitnya 9 pemukim dan hilangnya 11 orang lainnya di wilayah Beit Shemesh akibat serangan tersebut, sementara puluhan lainnya menderita luka-luka. Situs berita Walla mengutip seorang pejabat di Komando Front Dalam Negeri militer Israel yang memperingatkan bahwa mereka akan menghadapi “hari-hari yang sulit dan penuh tantangan” ke depan. Hingga saat ini, militer Israel terus memberlakukan sensor ketat dan pemadaman informasi (blackout) terhadap hasil nyata dari respons militer Iran, serta memberikan peringatan keras kepada warga sipil agar tidak mengunggah video kerusakan atau mengungkap lokasi-lokasi strategis yang menjadi target.
Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Israel pada Minggu menunjukkan bahwa total korban luka yang dilarikan ke rumah sakit sejak awal perang melawan Iran telah mencapai 706 orang. Rincian data tersebut mencatat 386 orang terluka pada hari Sabtu, sementara 320 lainnya menyusul pada hari Minggu seiring meningkatnya intensitas serangan. Pusat riset Alma Israel melaporkan dalam studinya bahwa sebanyak 89 gelombang serangan telah diluncurkan Iran sejak Sabtu pagi. Distribusi serangan tersebut mencakup 18 gelombang yang menargetkan wilayah utara, 20 gelombang di wilayah tengah termasuk Tel Aviv, serta masing-masing 12 gelombang serangan yang menyasar wilayah Yerusalem dan wilayah selatan di tanah Palestina yang diduduki.
Serangkaian serangan balasan ini merupakan jawaban langsung atas agresi Amerika-Israel terhadap berbagai provinsi di Iran yang dimulai pada Sabtu kemarin. Sebagai bentuk pertahanan diri, Iran terus membombardir entitas Zionis dan pangkalan-pangkalan utama Amerika Serikat di negara-negara Teluk untuk memastikan bahwa setiap tindakan agresi dibayar dengan harga yang mahal. Di tengah ketidakpastian keamanan ini, para fuqaha dan pimpinan militer di Teheran menegaskan bahwa Operasi True Promise 4 akan terus berlanjut hingga seluruh target strategis musuh berhasil dilumpuhkan sepenuhnya.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Middle East Eye


