Gelombang balasan militer Republik Islam Iran terhadap agresi gabungan Amerika Serikat dan Israel mencapai intensitas penghancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya melalui Operasi True Promise 4 yang diluncurkan pada Sabtu, 28 Februari 2026. Sekretaris Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Dewan Syura Iran, Behnam Saeedi, mengonfirmasi bahwa angkatan bersenjata Iran telah menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di tujuh negara berbeda. Namun, sumber militer Iran lainnya mengungkapkan kepada kantor berita Tasnim bahwa jumlah fasilitas militer Amerika yang menjadi sasaran telah mencapai empat belas titik di seluruh kawasan hingga Sabtu sore. Salah satu pencapaian strategis yang paling signifikan adalah penghancuran total radar FP-132 di Qatar, sebuah pusat pemantauan dan pengawasan paling penting milik Amerika di kawasan yang dirancang khusus untuk melacak rudal balistik dengan jangkauan deteksi hingga lima ribu kilometer.
Serangan rudal dan drone Iran menyasar pangkalan udara Al Udeid di Qatar, yang merupakan pangkalan terbesar Amerika Serikat di Timur Tengah, serta fasilitas militer di Uni Emirat Arab termasuk Pangkalan Udara Al Dhafra di Abu Dhabi dan Pelabuhan Jebel Ali di Dubai. Meskipun Jebel Ali bukan merupakan pangkalan resmi, wilayah tersebut berfungsi sebagai pelabuhan terbesar bagi Angkatan Laut Amerika Serikat di Timur Tengah yang secara rutin menampung kapal induk. Di Arab Saudi, operasi Iran menargetkan Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Riyadh yang menampung aset pertahanan udara penting seperti baterai rudal Patriot dan sistem THAAD. Di Kuwait, serangan diarahkan ke pangkalan udara Ali Al Salem atau yang dikenal sebagai The Rock, yang juga mencakup Kamp Arifjan sebagai markas depan Komando Sentral Amerika Serikat. Markas besar Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat di Juffair, Manama, Bahrain, juga tidak luput dari serangan masif tersebut.
Jangkauan operasi militer Iran meluas hingga ke Irak dan Yordania, di mana pangkalan militer Amerika di dekat Bandara Erbil serta pangkalan udara Muwaffaq Salti di timur laut Amman menjadi sasaran tembak. Pangkalan Muwaffaq Salti sendiri merupakan rumah bagi Sayap Ekspedisi Udara ke-332 dari Komando Sentral Angkatan Udara Amerika Serikat. Di sektor laut, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam berhasil menargetkan kapal pendukung tempur Amerika dari kelas MST. Serangan terhadap kepentingan Amerika Serikat di seluruh wilayah Teluk ini dilakukan secara simultan dengan serangan besar-besaran ke jantung entitas pendudukan Israel, yang menandai fase konfrontasi terbuka yang sangat luas dan terkoordinasi.
Hingga Sabtu petang, media Israel melaporkan bahwa sedikitnya 220 rudal telah diluncurkan dari wilayah Iran menuju Israel sejak jam-jam pertama pagi hari. Rentetan rudal balistik tersebut memicu sirine bahaya di berbagai wilayah utama termasuk Tel Aviv dan sekitarnya, Yerusalem yang diduduki, Ashdod, Caesarea, Ashkelon, Negev, hingga Haifa. Ledakan besar dilaporkan terdengar di pusat-pusat militer dan keamanan di jantung wilayah Palestina yang diduduki. Korps Garda Revolusi Islam menegaskan bahwa serangan udara dan rudal ini akan terus berlanjut sebagai respons atas agresi terhadap kedaulatan Iran, sementara pimpinan keamanan di Teheran menyatakan bahwa apa yang telah terjadi sejauh ini barulah permulaan dari tindakan balasan yang lebih menentukan.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Press TV



