Para pakar dan diplomat mengonfirmasi bahwa tidak ada kemajuan signifikan yang dicapai dalam program nuklir Iran sejak perang 12 hari yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap negara tersebut pada bulan Juni lalu. Laporan yang dirilis oleh Wall Street Journal menyebutkan bahwa konfirmasi para ahli ini muncul tepat saat perunding utama Washington menyatakan kekhawatirannya bahwa Teheran dapat memproduksi bahan fisil untuk membuat bom nuklir dalam hitungan hari. Situasi ini menjadi krusial mengingat para pejabat Amerika Serikat dan Iran sedang bersiap mengadakan pembicaraan yang akan menentukan apakah Presiden Donald Trump akan memerintahkan tindakan militer lebih lanjut terhadap Iran atau tidak.
Mantan inspektur senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa David Albright menyatakan bahwa citra satelit serta pemantauan rutin terhadap situs-situs nuklir Iran menunjukkan bahwa program tersebut secara efektif sedang membeku. Hal ini berbanding terbalik dengan pernyataan perunding utama Amerika Serikat untuk Iran, Steve Witkopf, yang mengklaim bahwa Iran mungkin hanya berjarak satu minggu dari kepemilikan material untuk membuat bom dalam skala industri. Dalam konteks yang sama, Donald Trump dalam pidato kenegaraannya dua hari lalu menuduh bahwa Iran masih terus mengejar ambisi nuklirnya, meskipun ia tidak merinci adanya aktivitas baru yang dilakukan oleh Teheran.
Di sisi lain, Kepala Badan Energi Atom Internasional Rafael Grossi menyatakan pada Oktober lalu bahwa tidak ada bukti Iran telah melanjutkan pengayaan uranium sejak serangan Amerika Serikat pada bulan Juni. Sebuah sumber yang berwenang mengonfirmasi bahwa penilaian Rafael Grossi tetap tidak berubah dan diterima secara luas di kalangan pakar energi nuklir. Rafael Grossi juga mengindikasikan bahwa badan Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut memiliki keyakinan kuat bahwa simpanan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran masih tertimbun di lokasi-lokasi yang dibom pada Juni lalu.
Mantan pejabat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat untuk urusan nonproliferasi nuklir, Robert Einhorn, memperkuat temuan tersebut dengan menyatakan bahwa kegiatan pengayaan uranium di Iran secara efektif telah ditangguhkan. Menurut laporan media Amerika Serikat tersebut, Robert Einhorn menekankan bahwa saat ini tidak ada aktivitas pengayaan yang berlangsung di Iran. Serangkaian pernyataan yang saling bertolak belakang antara pejabat politik dan pakar teknis ini muncul di tengah meningkatnya pembangunan kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, yang bertepatan dengan meluasnya isu mengenai kemungkinan agresi Amerika Serikat terhadap Iran.
Sumber berita: Al-Mayadeen
Sumber gambar: Al Jazeera



