Pemimpin gerakan Ansar Allah Sayyid Abdul-Malik al-Houthi menegaskan bahwa janji tuhan mengenai kehancuran tirani Zionis adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Dalam ceramah Ramadan pada Rabu malam, 25 Februari 2026, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi menekankan bahwa janji-janji tuhan atas jatuhnya tirani Yahudi Zionis bersifat eksplisit dan pasti karena berkaitan langsung dengan keadilan serta hikmah tuhan. Ia menyatakan bahwa tidak ada hal apa pun yang dapat mendorong dilakukannya normalisasi dengan musuh yang telah mencapai tingkat persekutuan terburuk dengan setan, kebiadaban, serta kejahatan.
Sayyid Abdul-Malik al-Houthi menunjukkan bahwa kondisi kemerosotan yang dialami bangsa saat ini merupakan akibat dari pengabaian terhadap tanggung jawab besar dan suci, serta adanya kecacatan mengerikan dalam komitmen berbasis iman. Ia menyoroti bagaimana rezim dan pemerintah saat ini justru bergerak mengadopsi kebijakan normalisasi yang berarti bentuk kesetiaan kepada musuh Israel serta ketundukan pada kendali dan dikte mereka, meskipun kriminalitas dan agresi musuh sudah sangat jelas dan mengerikan. Menurut Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, keyakinan musuh didasarkan pada pemusnahan masyarakat dan menganggap orang lain hanyalah hewan semata.
Lebih lanjut, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi menjelaskan bahwa ideologi tersebut tercermin dalam pernyataan para pejabat, budaya, serta sekolah-sekolah Zionis yang mengizinkan penumpahan darah perempuan dan anak-anak. Ia menyebutkan bagaimana para rekrutan Zionis dengan bangga memamerkan kejahatan genosida di Gaza tanpa memiliki sedikit pun perasaan manusiawi. Sayyid Abdul-Malik al-Houthi menekankan bahwa kaum Zionis sedang bergerak untuk memperketat kendali total mereka atas darah, harta, dan tempat-tempat suci bangsa. Hal ini menuntut rakyat untuk kembali dengan tulus kepada tuhan, memiliki keyakinan mutlak pada janji-Nya yang benar, serta bergerak menghadapi tirani ini dengan penuh harapan dan kepercayaan diri.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Press TV


