Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Politik, Majid Takht-Ravanchi, menegaskan pada hari Selasa, 24 Februari 2026, bahwa Teheran memiliki kesiapan penuh untuk mencapai kesepakatan sesegera mungkin dan akan melakukan segala upaya yang diperlukan guna mewujudkan hal tersebut. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan bahwa delegasi Iran akan memasuki ruang negosiasi di Jenewa dengan ketulusan dan niat baik yang utuh, sembari menaruh harapan agar pendekatan positif tersebut juga dibalas dengan sikap serupa oleh pihak Amerika Serikat. Pembicaraan ini direncanakan akan tetap menggunakan kerangka kerja yang sama seperti yang sebelumnya telah dilaksanakan di Muscat dan Jenewa, yakni melalui mekanisme tidak langsung yang dimediasi oleh Menteri Luar Negeri Oman sebagai jembatan komunikasi antara kedua belah pihak.
Majid Takht-Ravanchi meyakini bahwa kesepakatan sebenarnya berada dalam jangkauan dan dapat diputuskan dalam waktu dekat apabila kemauan politik yang kuat tersedia di semua pihak yang terlibat. Namun, di tengah optimisme diplomatik tersebut, ia juga melontarkan peringatan keras bahwa perang yang dimulai tidak akan pernah bisa dilokalisasi atau dibatasi dampaknya. Ia menekankan bahwa serangan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran adalah sebuah perjudian nyata yang sangat berbahaya bagi stabilitas kawasan. Menurutnya, semua pihak harus menyadari fakta sejarah dan militer bahwa memulai sebuah peperangan mungkin terasa mudah bagi pihak agresor, namun mengakhirinya adalah perkara yang sangat sulit dan tidak bisa diprediksi secara sederhana.
Pernyataan ini muncul di tengah situasi yang sangat tegang akibat peningkatan konsentrasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah serta gencarnya spekulasi mengenai kemungkinan serangan udara terhadap instalasi-instalasi di Iran. Menanggapi ancaman tersebut, Majid Takht-Ravanchi menegaskan bahwa Iran telah menyiapkan rencana pertahanan yang matang dan akan memberikan respons yang setimpal sesuai dengan rencana pertahanan mereka jika terjadi serangan terhadap kedaulatan negara. Penegasan ini menjadi posisi resmi Teheran menjelang putaran baru pembicaraan tidak langsung di Jenewa yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis depan, yang dipandang banyak analis sebagai salah satu upaya terakhir untuk meredakan eskalasi militer yang kian memuncak.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Anadolu Agency


