Skip to main content

Ketua Dewan Kepemimpinan Hamas Mohammed Darwish mengirimkan pesan resmi kepada Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam suasana menyambut bulan suci Ramadan tahun 2026. Selain menyampaikan ucapan selamat dan doa bagi kemajuan Republik Islam Iran, Mohammed Darwish memberikan laporan mendalam mengenai perkembangan terkini serta kendala dalam pelaksanaan perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza. Dalam surat tersebut, Mohammed Darwish menegaskan komitmen penuh pihak Hamas terhadap butir-butir perjanjian gencatan senjata, namun ia memaparkan serangkaian pelanggaran terang-terangan yang terus dilakukan oleh entitas Zionis terhadap kesepakatan yang telah dibuat.

Mohammed Darwish merinci bahwa pelanggaran oleh Israel mencakup serangan harian ke wilayah pemukiman Palestina, pembunuhan warga sipil yang terus berlanjut terutama terhadap perempuan dan anak-anak, serta penangkapan warga Palestina secara sewenang-wenang. Lebih lanjut, ia melaporkan adanya pembatasan sangat ketat terhadap masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, termasuk penghambatan operasional di gerbang perbatasan Rafah yang mengganggu pergerakan warga sipil. Israel juga disebut sengaja menghalang-halangi upaya rekonstruksi infrastruktur vital yang sangat dibutuhkan oleh penduduk Gaza setelah agresi militer yang berkepanjangan.

Dalam bagian lain pesan tersebut, Ketua Dewan Kepemimpinan Hamas Mohammed Darwish menekankan perlunya upaya serius dari para mediator dan masyarakat internasional untuk memaksa entitas pendudukan Israel agar memenuhi kewajiban mereka. Tuntutan tersebut meliputi penghentian segera aksi pembunuhan, pembantaian, serta pelanggaran hak-hak rakyat Palestina, serta kepatuhan terhadap ketentuan bantuan kemanusiaan dan logistik bagi penduduk Gaza. Ia juga mendesak agar pembatasan di perbatasan Rafah segera dicabut guna memfasilitasi pergerakan warga, serta izin masuk bagi bahan bakar dan peralatan berat untuk membangun kembali infrastruktur yang hancur.

Selain masalah kemanusiaan di lapangan, Mohammed Darwish juga menyoroti kondisi para tahanan Palestina. Ia menyerukan agar Israel mematuhi aturan kemanusiaan internasional dan segera menghentikan praktik penyiksaan serta perlakuan buruk terhadap warga Palestina yang berada di dalam penjara-penjara Israel. Pesan ini menjadi penegasan bahwa meskipun pembicaraan mengenai perdamaian terus diupayakan di tingkat regional, realitas di lapangan masih diwarnai oleh ketidakpatuhan Israel terhadap komitmen internasional yang telah disepakati bersama.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Press TV