Para syaikh suku di Irak menegaskan dukungan teguh mereka kepada Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei serta komitmen untuk melanjutkan jalur perlawanan. Berdasarkan laporan dari kantor berita Tasnim News Agency, dalam pertemuan perdana Front Pendukung Suku Irak, para pemimpin suku tersebut menekankan kesetiaan mereka terhadap kepemimpinan ulama dan konsistensi dalam menempuh jalan perjuangan menghadapi berbagai tantangan di kawasan.
Direktur kantor Nujaba di Baghdad Syaikh Mashreq al-Kirawi menyatakan bahwa kesediaan para syaikh suku di Baghdad untuk berjanji membela tempat-tempat suci, otoritas keagamaan, serta kepemimpinan Ayatullah Sayyid Ali Khamenei merupakan bentuk referendum rakyat. Menurut Syaikh Mashreq al-Kirawi, hal ini menunjukkan dukungan mutlak terhadap kehendak perlawanan dan stabilitas yang tidak tergoyahkan dalam menghadapi tirani. Ia mencatat bahwa suku-suku mulia di Irak merupakan kekuatan pendukung yang terus tumbuh untuk memperkuat tekad kepemimpinan perlawanan dalam memajukan kebenaran, keadilan, serta berdiri teguh melawan konspirasi keangkuhan global.
Dalam pertemuan yang sama, Ketua Persatuan Suku Hashemite yang mewakili suku-suku Irak Sayyid Ali al-Musawi menyampaikan penghormatan kepada Gerakan Nujaba. Sayyid Ali al-Musawi memberikan apresiasi kepada Sekretaris Jenderal Gerakan Nujaba Syaikh Akram al-Kaabi atas keteguhan dan komitmennya dalam menjaga jalur perlawanan. Ia menegaskan bahwa segala bentuk tekanan dan ancaman tidak akan membuat mereka takut atau mengubah pendirian, karena bagi mereka, darah dan bendera perjuangan adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Suku-suku Irak melalui pernyataan Sayyid Ali al-Musawi juga memperbarui janji setia mereka untuk tetap bersama barisan perlawanan di semua tahapan hingga tercapainya kemenangan dan terjaganya martabat bangsa. Komitmen ini mempertegas peran strategis kekuatan kesukuan di Irak sebagai pilar utama yang mendukung poros perlawanan di tingkat regional dalam menghadapi pengaruh kekuatan asing dan menjaga kedaulatan wilayah mereka secara mandiri.
Para syaikh suku di Irak menegaskan dukungan teguh mereka kepada Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei serta komitmen untuk melanjutkan jalur perlawanan. Berdasarkan laporan dari kantor berita Tasnim News Agency, dalam pertemuan perdana Front Pendukung Suku Irak, para pemimpin suku tersebut menekankan kesetiaan mereka terhadap kepemimpinan ulama dan konsistensi dalam menempuh jalan perjuangan menghadapi berbagai tantangan di kawasan.
Direktur kantor Nujaba di Baghdad Syaikh Mashreq al-Kirawi menyatakan bahwa kesediaan para syaikh suku di Baghdad untuk berjanji membela tempat-tempat suci, otoritas keagamaan, serta kepemimpinan Sayyid Ali Khamenei merupakan bentuk referendum rakyat. Menurut Syaikh Mashreq al-Kirawi, hal ini menunjukkan dukungan mutlak terhadap kehendak perlawanan dan stabilitas yang tidak tergoyahkan dalam menghadapi tirani. Ia mencatat bahwa suku-suku mulia di Irak merupakan kekuatan pendukung yang terus tumbuh untuk memperkuat tekad kepemimpinan perlawanan dalam memajukan kebenaran, keadilan, serta berdiri teguh melawan konspirasi keangkuhan global.
Dalam pertemuan yang sama, Ketua Persatuan Suku Hashemite yang mewakili suku-suku Irak Sayyid Ali al-Musawi menyampaikan penghormatan kepada Gerakan Nujaba. Sayyid Ali al-Musawi memberikan apresiasi kepada Sekretaris Jenderal Gerakan Nujaba Syaikh Akram al-Kaabi atas keteguhan dan komitmennya dalam menjaga jalur perlawanan. Ia menegaskan bahwa segala bentuk tekanan dan ancaman tidak akan membuat mereka takut atau mengubah pendirian, karena bagi mereka, darah dan bendera perjuangan adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Suku-suku Irak melalui pernyataan Sayyid Ali al-Musawi juga memperbarui janji setia mereka untuk tetap bersama barisan perlawanan di semua tahapan hingga tercapainya kemenangan dan terjaganya martabat bangsa. Komitmen ini mempertegas peran strategis kekuatan kesukuan di Irak sebagai pilar utama yang mendukung poros perlawanan di tingkat regional dalam menghadapi pengaruh kekuatan asing dan menjaga kedaulatan wilayah mereka secara mandiri.
Sumber berita: Tasnim News Agency
Sumber gambar: Al Jazeera



