Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi bahwa seorang warga sipil tewas setelah mobil yang dikendarainya dihantam serangan udara dari drone militer Israel. Insiden ini terjadi saat kendaraan tersebut melintas di jalanan desa Al-Tayri, distrik Bint Jbeil, Lebanon Selatan pada Jumat, 13 Februari 2026. Serangan tersebut mengakibatkan mobil hancur total dan terbakar di tempat. Tim ambulans bersama pasukan keamanan segera diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban dan memasang garis pengamanan guna menangani dampak ledakan.
Di sisi lain, pihak militer Israel mengeluarkan pernyataan singkat yang mengakui serangan tersebut dengan klaim bahwa target mereka adalah seorang anggota Hizbullah di wilayah Al-Tayri. Namun, serangan ini semakin memperkeruh situasi di perbatasan selatan Lebanon yang saat ini berada dalam tensi tinggi. Aksi pengeboman udara dan serangan artileri yang terus berulang ini merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap perjanjian penghentian permusuhan serta Resolusi PBB 1701. Berdasarkan data resmi, total pelanggaran kedaulatan yang dilakukan Israel terhadap Lebanon—baik melalui serangan udara, penembakan, maupun infiltrasi darat—telah menembus angka 10.000 kasus dalam kurun waktu 16 bulan terakhir yang mengakibatkan ratusan warga sipil menjadi korban.
Selain serangan mematikan di Al-Tayri, militer Israel juga melancarkan serangan artileri langsung ke arah dua rumah warga di lingkungan Gereja dan Pemakaman di Yaroun, serta menghantam kawasan pinggiran Deir Mimas dan Maroun al-Ras. Agresi ini juga menyasar desa Alma al-Shaab secara masif, di mana pasukan Israel menjatuhkan granat kejut dan memberondong kawasan hutan sekitarnya dengan senapan mesin. Serangan ke Alma al-Shaab ini dilaporkan berasal dari pos militer baru yang didirikan secara ilegal oleh Israel di dalam wilayah kedaulatan Lebanon, tepatnya di area Labouneh. Seluruh rangkaian tindakan ini menunjukkan bahwa Israel secara sistematis terus mengabaikan kesepakatan internasional dan secara terang-terangan merongrong kedaulatan wilayah Lebanon.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Roya News



