Pasukan Israel melancarkan gelombang penyerbuan, penggeledahan, dan penangkapan di berbagai wilayah Tepi Barat serta Yerusalem yang diduduki pada hari Minggu, 1 Februari 2026. Aksi militer ini diwarnai dengan rentetan tembakan, pengerahan gas beracun, hingga pemberian surat perintah pembongkaran terhadap rumah-rumah dan fasilitas milik warga Palestina.
Di Yerusalem Timur, pasukan Israel menyerbu kota Anata dan menggeledah secara intensif rumah serta lahan milik keluarga Halawa. Sementara itu, di lingkungan Al-Bustan, Silwan, yang terletak di selatan Masjid Al-Aqsa, otoritas Israel mengeluarkan perintah pembongkaran segera terhadap 14 rumah warga dengan dalih klasik yaitu “pembangunan tanpa izin”. Langkah ini memicu kekhawatiran besar akan terjadinya penggusuran massal di wilayah strategis tersebut.
Ketegangan juga memuncak di Nablus, di mana pasukan khusus Israel mengepung sebuah rumah di desa Beit Wazan dengan dukungan kendaraan militer tambahan. Di wilayah Burqa, sebelah barat laut Nablus, pasukan Israel melepaskan tembakan peluru tajam, bom gas, serta bom suara ke arah warga sipil pada Minggu malam.
Di wilayah lain, tepatnya di Betlehem, pasukan Israel mendirikan pos pemeriksaan militer di bawah jembatan Qabr Halwa dan menangkap seorang warga setelah memaksanya keluar dari kendaraannya. Insiden pengejaran juga dilaporkan terjadi di Wadi al-Hummus, di mana pesawat Israel memburu para pekerja Palestina yang mencoba menuju tempat kerja mereka di Yerusalem dengan menembakkan bom gas beracun. Beruntung, tidak ada laporan korban luka dalam insiden tersebut.
Selain penangkapan seorang pemuda di wilayah Al-Farsiya, Lembah Yordan utara, militer Israel juga menempelkan stiker perintah penghentian pembangunan pada sejumlah fasilitas dan gedung yang sedang dikerjakan di kota Qaffin, sebelah utara Tulkarm. Seluruh rangkaian agresi di Tepi Barat dan Yerusalem ini terjadi di tengah eskalasi kekerasan yang terus meningkat, bertepatan dengan agresi militer yang masih berlangsung terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: TRT World



