Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menyatakan bahwa entitas Zionis telah melancarkan serangkaian aksi teroris di berbagai kota di Iran secara serentak dan terencana. Namun, Mohammad Baqer Qalibaf menekankan bahwa berkat pertolongan ilahi, entitas tersebut justru mengalami kekalahan yang jauh lebih memalukan dibandingkan dengan perang 12 hari, dan kegagalan tersebut terjadi dalam waktu kurang dari 48 jam. Dalam pernyataannya pada hari Sabtu, 24 Januari 2026, ia menambahkan bahwa perang teroris tersebut dilakukan dengan cara-cara yang serupa dengan taktik kelompok ISIS, yang dikenal sering melakukan kekejaman serta kejahatan tanpa memiliki rasa cinta tanah air maupun agama, bahkan cenderung memusuhi nilai-nilai keagamaan.
Mohammad Baqer Qalibaf menegaskan bahwa para teroris tersebut merupakan bentukan dari entitas Zionis dan Amerika Serikat dalam arti yang sebenarnya. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan apresiasi yang tinggi kepada pasukan mobilisasi, Korps Garda Revolusi Islam, serta aparat kepolisian yang hadir dengan penuh keberanian di lapangan untuk menghadapi ancaman tersebut. Menurutnya, kesiapsiagaan pasukan keamanan Iran telah menjadi faktor penentu dalam menggagalkan rencana sabotase yang dirancang secara sistematis untuk mengganggu stabilitas dalam negeri.
Lebih lanjut, Ketua Parlemen Iran tersebut membandingkan aksi teroris di Iran dengan serangan ledakan pager yang sebelumnya terjadi di Lebanon. Ia menjelaskan bahwa entitas Zionis menggunakan pola yang sama, yaitu melakukan serangan terencana secara simultan di berbagai titik perkotaan. Meskipun demikian, Mohammad Baqer Qalibaf mengulangi kembali bahwa upaya tersebut berakhir dengan kegagalan total dan memalukan bagi pihak penyerang dalam waktu yang sangat singkat. Hal ini menurutnya membuktikan ketangguhan sistem pertahanan dan keamanan nasional Iran dalam menghadapi ancaman asimetris maupun serangan teror yang didukung oleh kekuatan asing.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Press TV



