Skip to main content

Mayoritas pemilih di Amerika Serikat menyatakan penolakan terhadap aksi militer negaranya ke Iran. Hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat meyakini Presiden Donald Trump telah melangkah terlalu jauh dalam kebijakan luar negerinya.

Berdasarkan jajak pendapat nasional yang dirilis pada Rabu, 14 Januari 2026 waktu setempat, terjadi peningkatan dukungan masyarakat agar Washington mengurangi perannya dalam urusan global. Data dari Universitas Quinnipiac menunjukkan bahwa 70% pemilih di Amerika Serikat menentang intervensi militer dalam urusan internal Iran, sementara hanya 18% yang menyatakan setuju.

Penolakan ini datang dari berbagai spektrum politik, dengan rincian 79% dari kalangan Demokrat, 80% dari independen, dan bahkan 53% dari pendukung Republik menyatakan ketidaksetujuan mereka. Selain itu, 70% responden menekankan bahwa Donald Trump harus mendapatkan persetujuan dari Kongres sebelum mengambil tindakan apa pun.

Kritik terhadap kebijakan luar negeri Donald Trump juga menguat setelah ia mengambil langkah tanpa persetujuan Kongres saat menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro serta membawa ia dan istrinya ke Amerika Serikat. Tindakan tersebut memicu kecaman luas, baik dari anggota parlemen Demokrat maupun Republik.

Sentimen negatif pemilih juga terlihat pada kebijakan agresif lainnya yang bertujuan memperluas pengaruh Amerika Serikat di luar negeri. Meskipun Donald Trump mengklaim bahwa upaya penguasaan Greenland dilakukan demi keamanan nasional dan kepentingan NATO, sebanyak 86% pemilih menentang penggunaan kekuatan militer untuk mengambil alih wilayah tersebut, dan 55% menolak rencana pembelian pulau itu.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: BBC