Skip to main content

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengeluarkan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tengah meningkatnya ketegangan menyusul kerusuhan domestik di Iran. Qalibaf menegaskan bahwa rakyat Iran akan bersatu untuk memusnahkan segala bentuk fitnah dan menggagalkan rencana Israel. Ia menekankan bahwa 90 juta rakyat Iran dari berbagai elemen berdiri teguh melawan campur tangan asing dalam kedaulatan negara mereka.

Dalam responnya terhadap peringatan Trump yang mengisyaratkan serangan terhadap Iran, Qalibaf menantang kehadiran militer AS di kawasan dengan menyatakan bahwa seluruh fasilitas, pangkalan, kapal, dan pasukan Amerika akan hancur jika Washington berani meluncurkan serangan. Dengan nada tajam, ia menyebut Trump sebagai “penjudi yang sombong dan penindas,” seraya menjanjikan bahwa para pembela Iran akan memberikan pelajaran yang tak terlupakan. Menurut Qalibaf, Iran saat ini sedang menghadapi “perang di empat front,” yang mencakup perang ekonomi, perang psikologis, perang militer melawan AS dan Israel, serta perang melawan kelompok teroris yang menyusup.

Di sisi lain, pemerintah Iran telah mengumumkan tiga hari berkabung nasional atas korban yang tewas selama kerusuhan, sambil menuding Washington dan Tel Aviv sebagai dalang di balik kekacauan tersebut. Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi turut mengecam pernyataan Trump yang dianggap mencampuri urusan internal Iran. Araqchi mengklaim memiliki bukti berupa rekaman suara dan foto yang menunjukkan keterlibatan agen Mossad dalam mempersenjatai kelompok teroris untuk menembaki warga sipil dan petugas keamanan guna meningkatkan jumlah korban jiwa.

Dukungan diplomatik datang dari Rusia, di mana Sekretaris Dewan Keamanan Sergei Shoigu menghubungi Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani. Shoigu menyatakan belasungkawa dan mengutuk keras upaya kekuatan luar yang mencoba menggoyang stabilitas Iran. Dalam percakapan tersebut, Rusia menegaskan kesiapannya untuk memperdalam kerja sama strategis sesuai dengan perjanjian kemitraan yang telah ditandatangani kedua negara.

Situasi di lapangan menunjukkan eskalasi keamanan yang serius, di mana Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa AS dan Israel secara langsung mengarahkan teroris selama dua belas hari terakhir. Kepolisian Iran melaporkan telah menangkap dua ratus pemimpin kelompok teroris dengan barang bukti senjata lengkap. Sebagai bentuk perlawanan terhadap narasi kerusuhan, jutaan rakyat Iran di berbagai provinsi dipersiapkan untuk melakukan pawai besar guna mengutuk tindakan sabotase dan menegaskan penolakan mereka terhadap hegemoni Amerika di kawasan.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Press TV