Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menegaskan pada Rabu, 7 Januari 2026, bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk menjalin negosiasi dengan Amerika Serikat. Di sela-sela rapat kabinet, Araqchi menyatakan bahwa meskipun Tehran selalu siap untuk berdialog berdasarkan rasa hormat dan kepentingan bersama, kebijakan yang diambil Washington saat ini telah menutup pintu diplomasi. Ia menekankan bahwa pemerintahan Amerika Serikat saat ini sama sekali tidak menunjukkan itikad baik untuk mengikuti jalur dialog yang konstruktif dan tidak mematuhi pendekatan saling menghormati.
Terkait aksi protes domestik yang terjadi belakangan ini, Araqchi menegaskan bahwa urusan internal Iran adalah hak sepenuhnya rakyat Iran. Ia memastikan pemerintah akan menangani setiap aspirasi masyarakat melalui interaksi internal guna menemukan solusi yang tepat, tanpa memerlukan campur tangan asing. Araqchi menyebut upaya pihak luar yang mencoba mengintervensi urusan dalam negeri Iran sebagai tindakan ilegal yang melanggar kedaulatan negara, sembari mengekspresikan optimismenya bahwa masalah tersebut dapat diselesaikan secara domestik.
Di sisi lain, pakar hubungan internasional Dr. Muhammad Qanso memberikan analisis mendalam mengenai meningkatnya ancaman dan provokasi dari pihak Israel dan Amerika Serikat. Menurutnya, kampanye media Barat dan Israel saat ini sengaja menyebarkan ketakutan serta intimidasi terhadap kepemimpinan Iran sebagai alat propaganda politik. Narasi tersebut mengeksploitasi kerusuhan internal untuk menggambarkan sistem pemerintahan Iran seolah-olah sedang runtuh demi membenarkan agresi militer di masa depan. Dr. Muhammad Qanso juga menekankan bahwa kampanye ini bersifat sangat berlebihan dan sengaja mengabaikan krisis internal serta gerakan rakyat yang saat ini justru tengah melanda Amerika Serikat dan negara-negara Barat sendiri.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Press TV



