Pada hari Selasa, 26 November 2024, Perlawanan Islam menunjukkan keteguhan yang luar biasa dalam membela kedaulatan Lebanon melalui pelaksanaan 26 operasi militer yang presisi. Menggunakan kombinasi serangan drone, rudal, dan artileri, perlawanan menghantam berbagai sasaran vital musuh, baik di sepanjang perbatasan maupun jauh di jantung wilayah pendudukan. Di garis depan pertempuran darat, kota Al-Khiyam kembali menjadi saksi kehancuran kendaraan lapis baja musuh setelah para pejuang berhasil melumat dua tank Merkava menggunakan rudal berpemandu. Tank pertama dihancurkan saat sedang bermanuver di dekat kota, sementara tank kedua dilumpuhkan di selatan dekat pusat penahanan Khiam, yang mengakibatkan kehancuran total kendaraan serta menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di antara para kru tank tersebut.
Unit rudal Perlawanan Islam juga terus mengintensifkan serangan terhadap berbagai simpul militer strategis, termasuk kamp pelatihan infanteri di Shavei Zion, Pangkalan Nafah yang merupakan markas Divisi Golan ke-210 di Dataran Tinggi Golan, serta markas komando batalyon artileri Divisi ke-146 yang baru didirikan di selatan pemukiman Kabri. Pangkalan Shragga di utara Acre yang berfungsi sebagai markas administratif Komando Brigade Golani juga kembali menjadi sasaran, di samping hujan roket yang menyasar pemukiman Katzrin. Sebagai bagian dari kelanjutan Operasi Khaibar dan balasan atas serangan musuh terhadap ibu kota Beirut, Angkatan Udara Perlawanan dengan seruan “Labbaik ya Nasrallah” melancarkan serangan udara besar-besaran menggunakan skuadron drone berkualitas tinggi ke arah rangkaian target militer sensitif di Tel Aviv dan pinggirannya, di mana operasi tersebut dikonfirmasi berhasil mencapai target yang ditentukan.
Selain serangan ke Tel Aviv, skuadron drone serang juga menghantam titik-titik krusial lainnya seperti Barak Ma’ale Golani yang menjadi markas Brigade Hermon 810, Situs Habushit di puncak Gunung Hermon, dan konsentrasi tentara di pemukiman Kiryat Shmona. Dampak dari serangan intensif ini tercermin dari laporan media Ibrani, Yedioth Ahronoth, yang mengungkapkan data kerusakan masif di wilayah utara akibat tembakan Hizbullah, dengan perkiraan sekitar 9.000 bangunan rusak dan 7.000 kendaraan hancur, terutama di kota-kota seperti Nahariya, Kiryat Shmona, Zar’it, Manara, dan Shtula. Sepanjang hari itu, sirine peringatan tercatat meraung sebanyak 35 kali, membentang dari Rosh HaNikra di utara hingga wilayah Haifa di selatan, memaksa para pemukim di Galilea Atas dan Panhandle Galilea untuk terus berada di dalam bunker dalam kondisi siaga tinggi.
Sumber berita: Al-Manar
Sumber gambar: Türkiye



