Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez, secara resmi menyatakan penolakan negaranya terhadap serangkaian tindakan paksa sepihak (sanksi) terbaru yang dijatuhkan oleh pemerintah Amerika Serikat terhadap Venezuela dan Iran. Melalui pernyataan di platform X, Rodriguez menegaskan bahwa langkah Washington tersebut merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap hukum internasional. Ia menilai sanksi-sanksi tersebut sengaja dirancang untuk meningkatkan tekanan politik serta memperluas eskalasi serangan terhadap kedaulatan kedua negara tersebut.
Sikap tegas Kuba ini sejalan dengan upaya diplomatik yang sedang gencar dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada para kolega menteri luar negeri di seluruh dunia, Araghchi menyerukan kecaman global yang jelas dan tegas terhadap pernyataan provokatif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump. Ia mengingatkan bahwa komunitas internasional memiliki tanggung jawab bersama untuk menentang perilaku sepihak Amerika Serikat yang terus menyasar Iran.
Araghchi melabeli ancaman terbaru Trump terhadap Teheran sebagai pelanggaran mencolok terhadap Piagam PBB. Ia menekankan bahwa ancaman penggunaan kekuatan dan pengenaan sanksi ekonomi tanpa dasar hukum internasional adalah tindakan yang merusak stabilitas global. Seruan solidaritas dari Havana ini memperkuat posisi Teheran di panggung internasional, sekaligus menunjukkan terbentuknya front diplomasi yang semakin solid di antara negara-negara yang menjadi sasaran kebijakan tekanan maksimum dari Washington.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: MINREX



