Skip to main content

Sebagai respons atas agresi Israel dan dalam rangka membela Lebanon serta rakyatnya, Perlawanan Islam melaksanakan 25 operasi militer pada Minggu, 10 November 2024. Operasi-operasi tersebut terutama menargetkan permukiman, lokasi militer, barak, dan konsentrasi pasukan musuh Israel di sepanjang perbatasan Lebanon–Palestina, dengan menggunakan drone serang, rudal, dan tembakan artileri.

Di front darat, para pejuang Perlawanan Islam memantau pergerakan satuan tentara musuh Israel yang berupaya menyusup ke arah kota Ainatha. Pasukan tersebut kemudian disergap di sisi barat daya kota Aitaroun dan diserang dengan tembakan senapan mesin serta roket, yang mengakibatkan korban di pihak musuh.

Penembak terlatih Perlawanan menargetkan sebuah buldoser militer Israel dengan rudal berpemandu di dekat pagar perbatasan di kota Kfarkela, saat kendaraan tersebut digunakan untuk merobohkan rumah-rumah warga. Serangan itu menghancurkan buldoser dan menyebabkan korban jiwa dan luka yang terkonfirmasi di kalangan tentara yang berada di sekitarnya. Para pejuang juga menargetkan sebuah rumah di dekat pagar perbatasan Kfarkela yang dijadikan tempat berlindung tentara Israel dengan rudal berpemandu, sehingga menimbulkan korban. Tidak lama kemudian, ketika pasukan musuh mencoba berkumpul kembali di sekitar rumah yang telah diserang tersebut, para pejuang Perlawanan kembali menghantam mereka dengan rudal berpemandu lainnya.

Unit rudal Perlawanan melancarkan salvo rudal ke sejumlah pangkalan militer, permukiman, dan kota di Palestina yang diduduki di wilayah utara, termasuk lokasi Avital—sebuah pusat pemantauan optik dan elektronik—di Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki, Pangkalan Shragha di utara kota Acre yang diduduki, konsentrasi pasukan tentara Israel di permukiman Hagoshrim, serta kota Safed yang diduduki.

Dalam rangkaian Operasi Khaibar, angkatan udara Perlawanan Islam melancarkan serangan udara menggunakan satu skuadron drone serang terhadap Pangkalan Naoura, markas Divisi ke-36 tentara musuh Israel yang terletak sekitar 50 kilometer dari perbatasan Lebanon–Palestina di barat daya Danau Tiberias, serta terhadap pangkalan angkatan laut Haifa milik Angkatan Laut Israel yang mencakup armada kapal rudal dan kapal selam di Teluk Haifa.

Sementara itu, koresponden harian Israel Yedioth Aharonoth mengonfirmasi bahwa sebuah rudal antitank yang ditembakkan oleh Hizbullah menghantam sebuah bangunan di permukiman Metula, menyebabkan sejumlah korban luka. Surat kabar tersebut juga melaporkan bahwa sebuah drone yang diluncurkan Hizbullah menghantam sasaran di kawasan Amikim, di selatan Haifa yang diduduki.

Pada hari yang sama, sirene peringatan tercatat berbunyi 16 kali di berbagai wilayah Palestina yang diduduki di bagian utara, terutama di permukiman Galilea Hulu dan sepanjang garis pantai dari Ras al-Naqoura di utara hingga kota Haifa yang diduduki di selatan.

Sumber berita: Al-Manar

Sumber gambar: Iraqi News Agency