Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) mengumumkan bahwa personelnya, yang sedang melakukan patroli di sepanjang Garis Biru, menjadi sasaran tembakan langsung pada Selasa, 9 Desember 2025, oleh pasukan pendudukan Israel melalui sebuah tank Merkava di sekitar wilayah Sarda, Lebanon selatan.
Dalam pernyataannya, UNIFIL menyebutkan bahwa patroli tersebut mendapat sepuluh tembakan sekaligus, diikuti empat rangkaian tembakan masing-masing sepuluh peluru di dekat posisi pasukan UNIFIL. Personel penjaga perdamaian segera meminta gencatan senjata melalui saluran komunikasi yang telah ditetapkan.
UNIFIL menegaskan bahwa pada saat insiden, baik patroli penjaga perdamaian maupun tank Israel berada di wilayah Lebanon. Tidak ada korban yang dilaporkan dalam kejadian ini.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa pasukan pendudukan Israel telah diberitahu sebelumnya mengenai waktu dan lokasi patroli, sesuai prosedur yang diterapkan di wilayah sensitif sepanjang Garis Biru.
UNIFIL menegaskan bahwa menargetkan pasukan penjaga perdamaian atau menembaki area di dekat mereka merupakan pelanggaran serius terhadap Resolusi 1701, dan menyerukan agar pasukan Israel menghentikan perilaku agresif serta serangan yang membahayakan upaya UNIFIL menstabilkan Garis Biru.
Perlu dicatat bahwa serangan ini merupakan bagian dari rangkaian serangan Israel terhadap saluran dan pos UNIFIL di Lebanon selatan, yang telah beberapa kali mendapat tuntutan untuk dihentikan.
Pasukan UNIFIL sebelumnya mengonfirmasi pada 16 November 2025 bahwa sebuah tank Merkava Israel menembaki pasukan mereka di dekat sebuah situs yang didirikan Israel di dalam wilayah Lebanon.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Tesaa World


