Skip to main content

Komandan tertinggi Korps Garda Revolusi Islam, Mayor Jenderal Mohammad Pakpour, menyebut pasukan Basij sebagai rumus pembangunan kekuatan dan pemecah kebuntuan. Ia mengatakan: “Basij adalah wacana yang dinamis, penuh semangat, dan penuh berkah. Ia adalah jawaban yang bijaksana, tulus, dan penuh cinta terhadap kebutuhan rakyat dan revolusi yang terus berubah. Ia selalu mengubah perhitungan musuh, dan menjadi model untuk mengatasinya.”

Dalam pesan yang diterbitkan bertepatan dengan Pekan Mobilisasi, Mayor Jenderal Mohammad Pakpour menyampaikan: “Saya mengucapkan selamat kepada rakyat Iran yang mulia dan seluruh pejuang Basij yang gagah berani dengan datangnya Pekan Mobilisasi dan peringatan keputusan bersejarah serta strategis Imam Khomeini — semoga Allah meridai beliau — mengenai pendirian ‘Mobilisasi Kaum Tertindas’.”

“Basij adalah warisan abadi Imam Khomeini, keturunan mulia yang dibentuk untuk menjaga Revolusi Islam dan Iran tercinta dari ancaman musuh dan konspirasi pihak jahat. Hari ini, di bawah bimbingan Pemimpin Revolusi Islam dan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata — semoga bayangan beliau panjang — Basij siap merespons dengan tegas terhadap ancaman dan konspirasi musuh kapan pun dan di mana pun.”

Komandan tertinggi Korps Garda Revolusi Islam itu melanjutkan bahwa mobilisasi adalah formula membangun kekuatan dan memecah stagnasi. Basij merupakan wacana yang dinamis, vital, dan diberkahi. Ia adalah jawaban yang kuat, tulus, dan penuh kasih terhadap kebutuhan rakyat dan revolusi yang terus berubah.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: ABNA