Seorang warga gugur pada Jumat, 21 November 2025, akibat serangan udara Israel yang menargetkan sebuah mobil di pinggiran kota Frun, Lebanon selatan.
Menurut data terbaru yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Publik Lebanon mengenai korban akibat serangan, pelanggaran, dan penembakan oleh Israel sejak 28 November 2024, tak lama setelah penandatanganan kesepakatan penghentian permusuhan, hingga 20 November tahun ini, jumlah korban meninggal mencapai 332 orang, sementara jumlah luka-luka mencapai 945 orang.
Serangan ini terjadi di tengah berlanjutnya agresi militer Israel di desa-desa Lebanon selatan dan wilayah Lembah Bekaa.
Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan bahwa drone militer Israel terbang intensif dan tanpa suara di wilayah udara sektor barat dan tengah selatan, hingga mencapai wilayah utara kota Tyre dan sekitarnya. Drone juga terpantau terbang rendah di atas desa Tuffahta, Zrarieh, Arzi, dan daerah sekitar.
Kantor Berita Nasional Lebanon juga melaporkan bahwa seorang warga gugur akibat serangan udara Israel yang menargetkan kota Zawtar al-Sharqiya di distrik Nabatieh, Lebanon selatan.
Koresponden Al-Mayadeen melaporkan bahwa Israel melancarkan serangan udara pada Sabtu pagi yang menargetkan sebuah mobil jenis Rapid di kota tersebut.
Pada Jumat malam, 21 November 2025, seorang warga juga gugur dalam serangan udara Israel setelah sebuah mobil menjadi sasaran di pinggiran kota Frun, Lebanon selatan.
Serangan-serangan ini terjadi dalam konteks pelanggaran berkelanjutan Israel terhadap Lebanon, meskipun telah disepakati gencatan senjata pada 27 November 2024.
Sejak tanggal tersebut hingga bulan ini, Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat 332 korban jiwa dan 945 luka-luka akibat serangan dan pelanggaran militer Israel.
Sumber berita: Al-Mayadeen
Sumber gambar: Press TV


