Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan bahwa Republik Islam Iran berdiri teguh melawan pelanggaran terang-terangan atas hukum internasional dan tidak akan mundur sampai keadilan benar-benar tercapai. Penegasan itu disampaikan melalui unggahan Instagram yang menjelaskan pesan utama konferensi internasional bertajuk “International Law Under Attack: Aggression and Defense” yang digelar di Teheran pada Minggu, 16 November 2025.
Dalam unggahannya, Araqchi menulis bahwa Pusat Studi Politik Kementerian Luar Negeri menjadi tuan rumah konferensi tersebut dengan kehadiran peneliti, pemikir, tokoh internasional, serta media lokal dan asing. Ia menjelaskan bahwa dirinya, dalam sesi pembukaan, memaparkan secara rinci dimensi hukum dari apa yang ia sebut sebagai kejahatan yang dilakukan entitas Zionis dan Amerika Serikat dalam “perang paksa terbaru terhadap rakyat Iran.”
Araqchi menambahkan bahwa hukum internasional, meski menghadapi serangan tak bermoral, tetap hidup selama ada pihak yang membelanya dan tidak membiarkan hegemoni serta logika sepihak mengubah hukum menjadi alat penindasan. Ia menekankan bahwa Teheran telah membuktikan bahwa suara untuk kebenaran dan keadilan tidak akan pernah bisa dibungkam, dan bahwa konferensi ini merupakan pesan jelas bahwa Iran berdiri teguh menghadapi pelanggaran hukum internasional.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dalam kesempatan terpisah saat menerima surat kepercayaan Friedrich Stift sebagai duta besar baru Austria untuk Iran, menegaskan kembali bahwa Iran tidak pernah mencari senjata nuklir dan bahwa program nuklir negara itu sepenuhnya berada dalam kerangka pemanfaatan energi nuklir damai. Ia menyebut sejarah hubungan Iran–Austria sebagai hubungan yang bersahabat, konstruktif, dan berbasis saling menghormati, serta menyatakan keinginan untuk memperluas kerja sama bilateral di berbagai bidang.
Pezeshkian menyoroti bahwa kebijakan luar negeri Iran dibangun atas prinsip interaksi positif, kerja sama, dan kepentingan bersama. Ia menuding sejumlah pihak telah berusaha menghalangi interaksi Iran dengan dunia melalui klaim palsu terkait aktivitas nuklir negara itu. Menurutnya, program nuklir Iran dijalankan sepenuhnya untuk kebutuhan damai dalam bidang kesehatan, industri, pertanian, sains, dan teknologi.
Ia berharap duta besar Austria yang baru dapat memberikan gambaran yang adil mengenai situasi Iran dan membantu meredam propaganda anti-Iran. Pezeshkian juga menegaskan bahwa pemerintah berupaya menciptakan kedekatan dan sinergi di dalam negeri di antara berbagai kelompok etnis dan agama, serta membangun hubungan regional dan internasional yang konstruktif berdasarkan saling menghormati dan penghormatan terhadap kedaulatan negara lain.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Tehran Times



