Parlemen lokal di Irlandia Utara berencana menggelar pemungutan suara pada Senin, 10 November 2025, atas mosi tidak percaya terhadap Menteri Pendidikan Paul Givan, menyusul kunjungannya ke entitas penjajah.
Partai-partai pendukung mosi tidak percaya mengatakan bahwa sang menteri telah menyalahgunakan sumber daya kementerian untuk mempublikasikan foto-foto kunjungannya ke sebuah sekolah di Yerusalem.
Serikat guru mengkritik langkah tersebut dan menuntut agar siaran pers mengenai kunjungan itu dihapus dari situs resmi kementerian.
Menteri Pendidikan mengatakan bahwa sekretaris tetap kementerian dan sejumlah pejabat senior telah meninjau kembali seluruh kegiatannya selama kunjungan tersebut, dan mereka menyimpulkan bahwa semua prosedur telah dijalankan dengan benar dan sesuai aturan.
Sekitar dua bulan lalu, media Irlandia mengungkap bahwa pemerintah berencana memberlakukan embargo dagang terhadap entitas Zionis, meski mendapat tekanan dari Amerika Serikat agar langkah itu dibatalkan.
Pada Mei lalu, Dublin bergabung dengan Spanyol dan Norwegia dalam mengakui Negara Palestina, langkah yang memicu kritik tajam dari Israel.
Sementara itu, Presiden Irlandia Michael Higgins dalam wawancara dengan radio RTE 1 menyerukan pembentukan pasukan PBB untuk menjamin pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
Ia menegaskan perlunya mengaktifkan Bab VII Piagam PBB guna mengatasi potensi veto di Dewan Keamanan, dan menyebut apa yang terjadi di Gaza sebagai “genosida tragis yang menjadi momen luar biasa dalam sejarah.”
Sumber berita: Al-Manar
Sumber gambar: RTÉ



