Skip to main content

Sekretaris Jenderal Hizbullah, Syaikh Naim Qassem, dalam pernyataan tegasnya pada Senin, 27 April 2026, menegaskan bahwa musuh Zionis tidak akan diizinkan menduduki satu inci pun tanah Lebanon. Beliau menjanjikan kembalinya seluruh rakyat ke desa-desa mereka di perbatasan selatan dan berkomitmen untuk membangun kembali wilayah yang hancur bersama-sama. Syaikh Qassem menetapkan lima poin utama sebagai solusi mutlak atas krisis saat ini: penghentian total agresi (darat, laut, udara), penarikan mundur pasukan Israel, pembebasan tawanan, pemulangan pengungsi, serta rekonstruksi menyeluruh.

Syaikh Qassem mengecam keras langkah otoritas Lebanon yang dianggap terburu-buru melakukan konsesi memalukan melalui negosiasi langsung dengan musuh di Washington. Beliau menuntut pemerintah untuk membatalkan keputusan tertanggal 2 Maret yang mengkriminalisasi perlawanan—sebuah langkah yang menurutnya mengkhianati lebih dari separuh rakyat Lebanon. Syaikh Qassem menegaskan bahwa Hizbullah menolak hasil negosiasi tersebut dan mendesak otoritas untuk kembali ke jalur dialog internal serta negosiasi tidak langsung demi menjaga hak-hak nasional tanpa tunduk pada dikte asing.

Terkait kekuatan militer, Syaikh Qassem menyatakan dengan tegas bahwa Hizbullah tidak akan menyerahkan senjatanya. Senjata perlawanan disebutnya sebagai alat pertahanan eksistensial untuk menangkal ambisi “Israel Raya” yang ingin mencaplok Lebanon. Beliau juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Republik Islam Iran atas peran krusialnya dalam pembicaraan di Pakistan yang memungkinkan terjadinya gencatan senjata, sembari menekankan bahwa tanpa keteguhan para pejuang di lapangan dan dukungan Iran, pencapaian diplomatik tersebut tidak akan terwujud.

Menutup pernyataannya, Syaikh Qassem memperingatkan bahwa perlawanan telah memasuki fase baru yang lebih kuat dan tidak akan kembali ke era sebelum 2 Maret. Beliau menegaskan bahwa darah para syuhada, terutama Sayyid Hassan Nasrallah, akan tetap menjadi amanah yang diperjuangkan. Dengan landasan iman, kemauan, dan kemampuan yang tidak terbatas, Hizbullah menyatakan kesiapan untuk menghadapi segala bentuk ancaman demi kehormatan dan kemerdekaan Lebanon, seraya menolak setiap upaya yang melayani kepentingan musuh di tanah air.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Press TV