Dalam rangka mengenang catatan perang 2024, Media Militer Hizbullah merilis rincian hari keempat belas agresi Israel terhadap Lebanon, di mana para pejuang Perlawanan Islam mencatat kisah heroik yang menegaskan keteguhan mereka menghadapi kebiadaban pendudukan.
Peristiwa itu terjadi pada Ahad, 6 Oktober 2024, dua pekan setelah dimulainya perang dan delapan hari setelah kesyahidan Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyid Hasan Nasrallah.
Meskipun langit Lebanon sepenuhnya dikuasai oleh pesawat-pesawat tempur Israel, para pejuang tetap teguh di medan juang. Mereka menggagalkan setiap upaya infiltrasi pasukan musuh ke wilayah Lebanon, menerbangkan skuadron drone tempur, dan meluncurkan rentetan roket ke arah wilayah Palestina yang diduduki.
Menurut pernyataan resmi Media Militer Hizbullah, jumlah operasi yang dilancarkan pada hari itu mencapai delapan belas serangan, dilakukan sebagai tanggapan atas agresi musuh dan dalam pembelaan terhadap Lebanon serta rakyatnya.
Dalam operasi darat, unit pengintai Perlawanan Islam mendeteksi upaya pasukan musuh untuk menyusup ke daerah Khallet Shoaib, di pinggiran kota perbatasan Blida. Para pejuang segera menghujani posisi musuh dengan tembakan artileri yang memaksa mereka mundur dengan kerugian besar.
Para pejuang juga menggempur konsentrasi pasukan Israel di sekitar permukiman Menara dengan salvo roket presisi tinggi yang menghantam sasaran secara akurat. Saat pasukan musuh berusaha mengevakuasi korban tewas dan luka, unit roket melancarkan tembakan kedua, menambah jumlah korban di pihak musuh.
Pada hari yang sama, pasukan rudal Perlawanan Islam melancarkan serangan luas terhadap sejumlah basis militer dan permukiman Israel di utara Palestina yang diduduki, mulai dari Haifa dan wilayah selatannya di barat, hingga Safed di timur, serta permukiman di Galilee bagian utara.
Sebagai bagian dari seri Operasi Khaybar, pasukan rudal Hizbullah menembakkan rudal Fadi 1 ke arah basis Karmel di selatan Haifa, menyebabkan kerusakan besar di lokasi tersebut.
Sementara itu, angkatan udara Hizbullah melancarkan dua serangan udara menggunakan skuadron drone kamikaze, menargetkan pangkalan pemeliharaan dan rehabilitasi milik Unit 7200 Israel di selatan Haifa. Serangan tersebut dilaporkan mengenai sasaran secara langsung dan menyebabkan kerusakan signifikan di fasilitas militer musuh.
Media Militer Hizbullah menegaskan bahwa operasi-operasi ini merupakan bagian dari respons berkelanjutan terhadap agresi brutal pendudukan, sekaligus penegasan bahwa semangat perlawanan tidak akan padam meski kehilangan para pemimpin dan syuhada.
Sumber berita: : Al-Manar
Sumber gambar: Stratfor Worldview



