Skip to main content

Pasukan pendudukan Israel kembali melanggar perjanjian gencatan senjata dengan melancarkan tembakan artileri dan serangan dari helikopter di wilayah timur Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan.

Saksi mata mengonfirmasi bahwa pasukan pendudukan menembakkan peluru tajam dan artileri ke kawasan pemukiman padat, menyebabkan ledakan keras terdengar di berbagai distrik timur kota tersebut.

Sumber medis melaporkan bahwa seorang pemuda gugur syahid setelah rumahnya di lingkungan Musbah, wilayah Abasan al-Kabira, timur Khan Younis, dibom oleh pasukan pendudukan. Seorang pemuda lainnya juga meninggal dunia akibat luka yang dideritanya dari serangan udara sebelumnya yang menargetkan tenda pengungsi di daerah Mawasi, Khan Younis.

Dalam insiden terpisah, Rumah Sakit Baptis di Kota Gaza mengonfirmasi gugurnya seorang warga dan luka parah yang menimpa saudaranya akibat peluru pasukan pendudukan di lingkungan Shuja’iyya, timur kota. Dengan demikian, jumlah korban tewas meningkat menjadi tiga orang.

Militer pendudukan juga melakukan operasi penghancuran rumah-rumah di timur Kota Gaza dan Khan Younis. Ledakan besar terdengar ketika beberapa bangunan diratakan dengan tanah. Secara bersamaan, kapal perang Israel melepaskan tembakan ke arah pantai Kota Gaza, memperburuk pelanggaran yang sedang berlangsung.

Rangkaian pelanggaran baru ini terjadi di tengah serangan udara dan artileri berulang di berbagai wilayah Jalur Gaza. Selain agresi militer, Israel juga terus melanggar aspek kemanusiaan dari perjanjian gencatan senjata, dengan memperketat aliran bantuan dan memperparah kondisi para pengungsi.

Dalam beberapa hari terakhir, tindakan pendudukan tersebut telah menyebabkan puluhan korban gugur dan luka-luka, sementara perjanjian gencatan senjata terus dirusak secara sistematis.

Dua hari sebelumnya, pasukan Israel melakukan pembantaian yang menewaskan lebih dari 100 warga Palestina, termasuk puluhan anak-anak, menurut sumber medis di rumah-rumah sakit di seluruh Jalur Gaza. Serangan itu menargetkan rumah-rumah dan tenda-tenda pengungsi di berbagai wilayah di Gaza.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Reuters