Wakil Ketua Parlemen Republik Islam Iran menegaskan bahwa Palestina tetap menjadi isu utama dunia Islam, dan menuntut agar para pejabat Zionis diadili atas kejahatan yang mereka lakukan di Jalur Gaza selama dua tahun terakhir.
Hamidreza Haji Babaei, Wakil Ketua Parlemen Iran, menyampaikan hal tersebut dalam pertemuannya dengan Mousa Hadeed, Wakil Ketua Parlemen Palestina, di sela-sela Konferensi Uni Antarparlemen (Inter-Parliamentary Union/IPU) di Jenewa.
Menurut laporan Pars Today, Haji Babaei menyatakan bahwa pembebasan Palestina dan penghentian pendudukan Zionis adalah prioritas utama bagi seluruh umat Islam. Ia menekankan bahwa rezim Zionis harus diadili atas kejahatan perang dan genosida terhadap warga Gaza, yang dilakukan selama dua tahun terakhir dengan dukungan penuh Amerika Serikat.
Ia menjelaskan bahwa usulan Republik Islam Iran adalah pembentukan negara Palestina berdasarkan suara rakyat asli tanah tersebut, dengan al-Quds (Yerusalem) sebagai ibu kotanya. Haji Babaei menambahkan bahwa baik Amerika Serikat maupun rezim Zionis tidak memiliki komitmen terhadap hukum internasional.
“Kenyataannya, Amerika dan Zionis adalah satu entitas. Rezim Zionis tidak pernah bertindak tanpa persetujuan Washington,” ujarnya.
Sementara itu, Salar Velayatmadar, anggota Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, menyebut bahwa akar rezim Zionis bersifat ilegal dan mengecam aneksasi Tepi Barat di sepanjang Sungai Yordan yang bertujuan memperluas permukiman.
“Knesset rezim Zionis adalah parlemen tanpa hukum; setiap keputusannya tidak memiliki legitimasi internasional,” tegasnya.
Dalam kesempatan terpisah, Seyed Salman Zare, anggota Komisi Hukum dan Kehakiman Parlemen Iran, menyoroti bahwa kemajuan ilmiah Iran selalu membuat musuhnya geram.
“Amerika Serikat dan Barat terus mencoba berbagai cara untuk menyingkirkan ilmuwan Iran dan melemahkan elite bangsa ini, namun fondasi ilmu pengetahuan Iran tetap kokoh — setiap kali satu ilmuwan gugur, ilmuwan baru muncul menggantikannya,” katanya.
Sementara itu, Abbas Papi Zadeh Balangan, anggota Dewan Pimpinan Parlemen Iran, menilai bahwa sikap Gedung Putih yang mengklaim ingin berdamai dengan Iran hanyalah bentuk lain dari pemaksaan blokade ekonomi, ancaman politik, dan upaya untuk memaksakan syarat-syarat yang menindas.
Sumber berita: Pars Today
Sumber gambar: WANA



