Skip to main content

Saluran 13 Israel melaporkan pada Selasa, 7 April 2026, bahwa Komandan Komando Utara di wilayah pendudukan, Mayor Jenderal Rafi Milo, memberikan pengakuan jujur mengenai realitas di lapangan yang jauh berbeda dari estimasi pemerintahan Benjamin Netanyahu. Dalam rekaman yang bocor, Milo mengakui bahwa kekuatan Hizbullah dan kecepatan pemulihannya telah mengejutkan militer Israel (IDF). Ia menyatakan bahwa penilaian awal pasca-perang tahun 2014 mengenai netralisasi kekuatan Hizbullah terlalu optimistis, dan kini terdapat kesenjangan yang sangat jelas antara apa yang diyakini militer dengan kenyataan di medan tempur saat ini.

Media Haaretz memperkuat laporan tersebut dengan mengutip sumber-sumber internal angkatan bersenjata yang menyatakan bahwa perang di Lebanon kemungkinan besar akan berakhir tanpa pelucutan senjata Hizbullah. Hal ini dikarenakan pelucutan senjata bukan lagi menjadi target utama militer dan memerlukan proses politik yang kompleks. Saluran 13 juga mencatat bahwa intelijen Israel tidak memiliki data lengkap mengenai target-target di Lebanon, di mana banyak infrastruktur pertahanan Hizbullah yang tetap tidak terdeteksi oleh radar mereka.

Di tengah situasi ini, terjadi ketegangan internal yang meningkat antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Kepala Staf Angkatan Darat mengenai penetapan pelucutan senjata sebagai tujuan perang. Meskipun Juru Bicara IDF, Brigadir Jenderal Efi Defrin, bersikeras bahwa hal tersebut tetap menjadi tujuan utama sesuai arahan politik, para ahli militer dan mantan pejabat Mossad justru menyatakan keraguan besar. Mantan kepala Mossad, Danny Yatom, menekankan bahwa pejuang Hizbullah di Lebanon Selatan memiliki keunggulan relatif atas tentara Israel karena penguasaan medan yang luar biasa, sehingga memaksa militer untuk mengubah taktik umum secara drastis.

Kesulitan ini juga diakui oleh Letnan Kolonel (Res.) Oren Lasham dari staf umum Angkatan Udara Israel, yang menyebutkan tidak ada “solusi ajaib” untuk masalah di Lebanon meskipun militer telah mencoba segala arah selama 18 tahun terakhir. Saluran 14 Israel menambahkan bahwa pasukan darat Israel kini terus terpapar oleh serangan elemen Hizbullah yang memanfaatkan kontur alam untuk menargetkan kendaraan tempur mereka. Seluruh pengakuan ini muncul saat Perlawanan Islam di Lebanon terus meningkatkan intensitas serangan terhadap pangkalan militer dan pemukiman di utara Palestina yang diduduki, serta menghancurkan tank-tank Israel guna membela kedaulatan Lebanon dari agresi yang terus meluas.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Yenişafak