Memperingati satu tahun pecahnya perang Israel terhadap Lebanon pada 2024, Media Militer Perlawanan Islam mulai menayangkan serial dokumenter episodik yang menyoroti berbagai aspek Pertempuran Uli al-Baas.
Dalam pernyataannya, Media Militer Hizbullah menegaskan bahwa serial tersebut bukan sekadar penyajian peristiwa, melainkan sebuah dokumen sejarah. Melalui episode harian, serial itu merekam kisah kepahlawanan para pejuang yang dengan darah dan keteguhan mereka menulis bab-bab gemilang dalam sejarah perlawanan.
Pertempuran Uli al-Baas digambarkan sebagai kisah mereka yang tak pernah dikalahkan, yang dengan pengorbanan darahnya membentuk memori tentang kejayaan dan keabadian yang akan tetap hidup dalam ingatan sejarah.
Pada Rabu, 2 Oktober 2024, Perlawanan Islam melancarkan 28 operasi militer sebagai respons terhadap agresi Israel dan dalam rangka membela Lebanon serta rakyatnya. Operasi-operasi tersebut mencakup penyergapan, pertempuran sengit melawan upaya penyusupan pasukan musuh, penargetan helikopter, serta serangan roket intensif terhadap kota dan permukiman Israel dari Haifa hingga Safed. Pasukan perlawanan juga menargetkan posisi serta konsentrasi pasukan musuh di sepanjang perbatasan Lebanon–Palestina dengan roket dan artileri berat.
Beberapa operasi penting antara lain:
- Menggagalkan Penyusupan Musuh: Para pejuang Perlawanan Islam dengan gagah berani menghadang pasukan pendudukan Israel yang berusaha menyusup ke desa-desa perbatasan Al-Adaisseh dan Kafr Kila, memaksa mereka mundur. Di Al-Adaisseh, pertempuran jarak dekat terjadi dan menimbulkan korban di pihak musuh.
- Menghancurkan Tank Musuh: Di sekitar Maroun al-Ras dan Yaroun, para pejuang meledakkan alat peledak yang menargetkan pasukan musuh, terlibat dalam pertempuran jarak dekat, dan menghancurkan tiga tank Merkava dengan rudal berpemandu.
- Serangan Udara: Unit udara perlawanan melancarkan serangan drone terhadap posisi artileri Naveh Ziv, dan berhasil menghantam sasaran dengan presisi tinggi.
Militer Israel melaporkan adanya “insiden keamanan serius” di wilayah utara, dengan pertempuran intens antara pasukan Israel dan Hizbullah setelah unit Egoz mencoba maju ke wilayah Lebanon. Juru bicara militer Israel mengumumkan bahwa delapan tentaranya tewas dan tujuh lainnya luka berat dalam penyergapan terencana yang dilakukan pasukan Hizbullah.
Sirene serangan udara terdengar sebanyak 42 kali di wilayah pendudukan, terutama di Galilea, Safed, dan wilayah Panhandle Galilea Barat, menyusul rentetan serangan roket dan tembakan artileri yang dilancarkan perlawanan.
Sumber berita: Al-Manar
Sumber gambar: Times of Israel



