Serangan drone Israel menargetkan sebuah kendaraan di kota Zawtar al-Gharbiyah, distrik Nabatieh, Lebanon selatan, pada Jumat malam, 24 Oktober 2025.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi bahwa serangan yang dilakukan oleh drone pendudukan Israel itu menyebabkan gugurnya seorang warga dan melukai seorang lainnya. Kendaraan yang menjadi sasaran tengah melaju di wilayah Zawtar al-Gharbiyah saat serangan terjadi.
Dalam serangan terpisah di kota Toul, yang juga terletak di distrik Nabatieh, dua warga Lebanon turut gugur setelah kendaraan mereka dihantam langsung oleh serangan udara Israel.
Menurut pernyataan resmi Kementerian Kesehatan, serangan drone tersebut menghantam kendaraan secara langsung, menyebabkan kerusakan besar dan merusak properti di sekitarnya. Serangan ini menandai pelanggaran baru terhadap perjanjian gencatan senjata yang dicapai pada 27 November 2024.
Sebelumnya pada hari yang sama, koresponden Al-Mayadeen melaporkan adanya tembakan senapan mesin dari posisi militer Israel yang baru dibangun di Hamames, di dalam wilayah Lebanon. Tembakan diarahkan ke Wadi al-Asafir, di selatan kota Khiam.
Kota Khiam juga menjadi sasaran dua serangan udara berturut-turut oleh drone pendudukan Israel pada dini hari, yang menargetkan sebuah buldoser yang tengah beroperasi di daerah tersebut.
Otoritas kesehatan Lebanon menegaskan korban akibat serangan di Zawtar al-Gharbiyah dan Toul, menyoroti bahaya yang terus mengancam warga sipil di tengah meningkatnya agresi Israel di sepanjang perbatasan selatan.
Pasukan pendudukan Israel terus melancarkan serangan udara dan artileri terhadap sejumlah kota dan desa di Lebanon selatan, menargetkan warga sipil dan infrastruktur meski gencatan senjata masih berlaku.
Pada Rabu, serangan drone Israel di Ain Qana menewaskan seorang warga sipil, menambah daftar pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata 27 November 2024 antara Lebanon dan Israel.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah drone dan pesawat pengintai Israel juga melanggar wilayah udara Lebanon di atas Beirut dan wilayah pinggiran selatannya pada ketinggian rendah. Laporan menunjukkan drone tersebut berputar di dekat Istana Kepresidenan di Baabda, menjadi aktivitas udara paling intens di atas ibu kota sejak gencatan senjata November 2024.
Pada 20 Oktober, jet tempur Israel melancarkan serangan udara di wilayah pinggiran Jarmaq dan al-Mahmoudiyah. Pasukan pendudukan yang ditempatkan di pos al-Summaqah menembakkan senjata ke arah pinggiran Kfar Chouba sebelum melepaskan satu peluru artileri ke wilayah yang sama.
Rangkaian serangan berulang Israel di Lebanon selatan, Lembah Bekaa, dan pinggiran selatan Beirut telah menewaskan puluhan warga dan menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur sipil. Sejak gencatan senjata November 2024, lebih dari 270 warga Lebanon telah gugur akibat serangan Israel.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Al Jazeera



