Skip to main content

Kelompok peretas yang menamakan diri mereka “Handala” mengumumkan keberhasilan mereka dalam membobol sistem jaringan fasilitas infrastruktur air di negara bagian California, Amerika Serikat, pada Jumat, 12 Juni 2026. Menurut laporan yang dirilis oleh Kantor Berita Fars, aksi peretasan berskala besar ini diluncurkan sebagai respons balasan langsung atas rangkaian serangan militer Amerika Serikat yang dinilai membidik warga sipil serta merusak infrastruktur air nasional di wilayah Minab dan Sirik, Iran.

Melalui maklumat resminya, kelompok Handala mengirimkan pesan peringatan terbuka yang ditujukan langsung kepada pemerintah di Washington. Peretas mengonfirmasi bahwa meskipun mereka telah berhasil menguasai dan mendapatkan akses penuh ke dalam sistem operasional vital tersebut, mereka secara sadar menahan diri untuk tidak melakukan gangguan ataupun pemutusan pasokan air bersih ke kota-kota di Amerika Serikat. Langkah infiltrasi ini ditegaskan murni sebagai pesan peringatan awal kepada Gedung Putih, di mana kelompok tersebut memperingatkan bahwa setiap tindakan agresif lanjutan yang diambil oleh Amerika Serikat terhadap kedaulatan Iran di masa depan akan langsung dibalas dengan aksi serupa yang menyasar infrastruktur vital publik di dalam negeri Amerika Serikat. Guna membuktikan keabsahan klaim peretasan tersebut, kelompok Handala juga telah mengunggah sampel dokumen data sebesar 5 gigabita yang berhasil mereka eksfiltrasi dari jaringan fasilitas air California sebagai bukti nyata.

Selain menyasar sektor pengelolaan air, kelompok Handala juga mengeklaim telah berhasil meretas sistem pesawat nirawak atau drone milik Biro Investigasi Federal (FBI) dan mengeksfiltrasi sejumlah besar data rahasia. Peretas menyatakan bahwa mereka telah memiliki akses penuh tanpa terdeteksi untuk memantau rekaman gambar serta data penerbangan dari armada drone intelijen tersebut selama beberapa bulan terakhir.

Dampak dari kebocoran data ini kian meluas setelah kelompok peretas menegaskan bahwa mereka kini mengantongi informasi identitas pribadi yang sensitif dari para agen lapangan serta perangkat operasional FBI. Berbekal peretasan sistem pertahanan tersebut, kelompok Handala menyatakan bahwa saat ini mereka memiliki kemampuan teknis untuk memantau secara langsung setiap perkembangan aktivitas militer di pangkalan-pangkalan udara Amerika Serikat di Bahrain melalui pemanfaatan akses drone intai MQ-9 Reaper milik Angkatan Darat Amerika Serikat yang telah mereka kuasai jaringannya.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: Fars News Agency