Kelompok perlawanan Islam di Lebanon, Hizbullah, melancarkan dua serangan udara presisi menggunakan drone peledak di kota Taybeh pada Minggu, 26 April 2026. Serangan pertama yang terjadi pada pukul 09.40 menargetkan perkumpulan tentara Israel, disusul serangan kedua pada pukul 10.10 yang menyasar pasukan evakuasi militer di lokasi yang sama. Hizbullah menegaskan bahwa kedua operasi ini merupakan bentuk pembelaan terhadap kedaulatan Lebanon serta balasan atas rentetan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel yang telah memakan korban jiwa warga sipil di desa-desa perbatasan.
Media Israel mengonfirmasi adanya “insiden sulit” di Lebanon Selatan, yang memaksa dilakukannya evakuasi medis besar-besaran menggunakan helikopter ke Rumah Sakit Ziv di Safed dan Rumah Sakit Rambam di Haifa. Meskipun militer Israel belum merilis rincian jumlah korban secara resmi, aktivitas evakuasi di bawah api ini menunjukkan kerentanan pasukan pendudukan yang tetap berada di wilayah konflik meskipun kesepakatan jeda pertempuran telah diumumkan.
Sebagai bagian dari perang urat syaraf, media militer Hizbullah juga merilis sebuah video peringatan berjudul “Sabuk keamanan apa pun, tidak peduli seberapa dalam, tidak akan mencegah aktivasi (serangan) saat kami memutuskannya.” Pesan ini merujuk pada kemampuan roket dan drone perlawanan untuk menembus sistem pertahanan serta mengaktifkan sirene peringatan di seluruh wilayah pendudukan, sekaligus menegaskan bahwa strategi zona penyangga yang diupayakan Israel tidak akan mampu membendung serangan balasan jika pelanggaran terus berlanjut.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Anadolu Agency


