Skip to main content

Perlawanan Islam di Lebanon melalui kantor hubungan medianya mengeluarkan pernyataan tegas pada Kamis, 9 April 2026, untuk merespons rangkaian pembantaian yang dilakukan militer Israel di berbagai wilayah Lebanon. Hizbullah mengutuk keras serangan udara yang menyasar warga sipil di pinggiran selatan Beirut, pusat kota, Sidon, serta wilayah Bekaa sebagai bentuk kebencian buta dan kriminalitas yang telah menjadi karakteristik inherent dari entitas tersebut. Serangan yang sengaja menargetkan area pemukiman padat dan pasar pada jam sibuk ini dinilai sebagai upaya balas dendam yang putus asa setelah militer Israel gagal mematahkan keteguhan rakyat Lebanon di medan tempur.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa agresi barbar yang mencakup kejahatan perang dan genosida ini justru semakin memperkuat semangat perlawanan dan ketabahan masyarakat. Hizbullah menegaskan bahwa darah para martir tidak akan tertumpah sia-sia dan setiap serangan memberikan hak hukum serta alami bagi perlawanan untuk membalas guna melindungi kedaulatan tanah air. Kebrutalan yang tidak terkendali ini dianggap sebagai cerminan dari rasa frustrasi dan kekacauan internal yang dialami tentara Israel setelah mereka tidak mampu mengubah konstelasi kekuatan yang telah ditetapkan oleh keteguhan front Iran dan Lebanon.

Di tengah situasi yang sangat fluktuatif ini, terdapat kontradiksi tajam antara upaya diplomatik internasional dan realitas di lapangan. Meskipun Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif telah mengumumkan kesepakatan gencatan senjata segera yang seharusnya mencakup seluruh front termasuk Lebanon, Benjamin Netanyahu justru mengklaim secara sepihak bahwa Lebanon dikecualikan dari kesepakatan tersebut. Klaim ini diikuti dengan eskalasi serangan udara yang mengakibatkan ratusan warga sipil gugur dan luka-luka di saat dunia mengharapkan penghentian permusuhan.

Sebagai langkah perlindungan bagi warga sipil, Hizbullah telah mengeluarkan peringatan keras kepada penduduk di wilayah Selatan, Lembah Bekaa, dan Dahiyeh untuk tetap waspada. Warga diminta dengan sangat agar tidak terburu-buru kembali ke kota atau desa yang menjadi target serangan sebelum ada pengumuman resmi dan final mengenai implementasi gencatan senjata di Lebanon. Instruksi ini dikeluarkan untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut akibat ketidakkonsistenan pihak agresor terhadap komitmen perdamaian yang tengah diupayakan melalui jalur Islamabad.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Anadolu Agency