Skip to main content

Televisi nasional Iran melaporkan pada Rabu, 8 April 2026, bahwa atas instruksi Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dan persetujuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Iran secara resmi menyetujui pelaksanaan perundingan dengan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, pada 10 April mendatang. Keputusan ini diambil menyusul pengakuan resmi Washington terhadap tuntutan sah rakyat Iran serta kegagalan militer Amerika Serikat dan Israel dalam memaksakan kendali selama 40 hari konfrontasi. Proses negosiasi ini dijadwalkan selesai dalam waktu maksimal 15 hari untuk mentransformasikan keunggulan militer di lapangan menjadi keuntungan politik yang permanen melalui kerangka kerja sepuluh poin yang diusulkan Teheran.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan bahwa kemenangan besar ini diraih berkat dukungan solid front perlawanan di Lebanon, Irak, Yaman, dan Palestina. Dalam pengumuman resminya, sepuluh syarat utama yang terpaksa diterima oleh Amerika Serikat mencakup penghentian total segala tindakan agresi, pengakuan atas kontrol penuh Iran terhadap Selat Hormuz, serta hak pengayaan uranium. Selain itu, kesepakatan ini mewajibkan penghapusan seluruh sanksi primer dan sekunder, pembatalan resolusi Dewan Keamanan PBB serta Dewan Gubernur IAEA, pembayaran kompensasi kerugian kepada Iran, penarikan pasukan tempur Amerika Serikat dari kawasan, hingga penghentian operasi militer di seluruh front, termasuk terhadap Perlawanan Islam di Lebanon.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melalui platform X menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran akan menghentikan operasi defensifnya jika serangan terhadap negara tersebut benar-benar berhenti. Ia juga mengonfirmasi bahwa jalur lintas aman di Selat Hormuz akan dibuka selama dua minggu di bawah koordinasi militer Iran sebagai bentuk iktikad baik atas permintaan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Araqchi menjelaskan bahwa Washington telah menerima kerangka umum proposal sepuluh poin Iran sebagai dasar negosiasi, sementara Iran juga akan meninjau proposal lima belas poin yang diajukan pihak Amerika Serikat dalam pertemuan di Islamabad nanti.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal persetujuan dengan membagikan unggahan Menteri Luar Negeri Iran tersebut di platform Truth Social, yang merefleksikan adanya kesepahaman mengenai gencatan senjata dan komitmen terhadap jalur diplomasi. Trump sebelumnya juga telah mengumumkan penangguhan pengeboman selama dua minggu sebagai prasyarat pembukaan Selat Hormuz secara aman. Dengan dimulainya fase ini, dunia kini menantikan hasil dari perundingan di Pakistan yang diharapkan dapat mengakhiri salah satu babak paling eksplosif dalam sejarah Asia Barat dan mengembalikan stabilitas navigasi energi global yang sempat lumpuh total.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: India Today