Perlawanan Islam di Irak mengumumkan telah menembak jatuh sebuah drone MQ9 milik pasukan pendudukan Amerika Serikat di bagian utara Kegubernuran Basra pada Selasa, 10 Maret 2026 dini hari dengan menggunakan persenjataan yang sesuai. Keberhasilan ini merupakan bagian dari pengumuman eskalasi luas dalam operasi militer mereka terhadap pangkalan-pangkalan musuh di Irak dan kawasan yang telah dimulai sejak Senin, 9 Maret 2026 pagi. Dalam sebuah pernyataan militer, pihak perlawanan mengonfirmasi bahwa mereka telah melaksanakan 26 operasi kualitatif dalam kurun waktu 24 jam dengan mengerahkan puluhan drone serta rudal untuk menghantam berbagai target strategis.
Media massa The Washington Post melaporkan pada Rabu, 11 Maret 2026 dini hari bahwa sebuah fasilitas diplomatik utama Amerika Serikat di Irak telah diserang oleh drone pada hari Selasa, merujuk pada keterangan pejabat keamanan dan peringatan internal Amerika Serikat. Sumber tersebut menjelaskan bahwa serangan yang dilakukan oleh Perlawanan Islam di Irak itu menargetkan Pusat Dukungan Diplomatik di Baghdad, yang merupakan pusat logistik yang digunakan secara luas oleh para diplomat Amerika Serikat di dekat pangkalan militer Irak dan Bandara Baghdad. Eskalasi ini menunjukkan peningkatan intensitas serangan yang menyasar aset-aset penting Amerika Serikat di tengah situasi keamanan yang terus memburuk di kawasan tersebut.
Sementara itu, penilaian terbaru mengenai kerusakan di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi, yang terkena serangan drone, menunjukkan bahwa bagian-bagian dari fasilitas tersebut mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki dan harus ditutup secara permanen. Dampak dari serangan terhadap berbagai fasilitas Amerika Serikat ini juga memicu reaksi dari penyedia layanan citra satelit. Media massa Reuters melaporkan bahwa setelah foto-foto kerusakan di pangkalan-pangkalan Amerika Serikat dipublikasikan ke publik, operator satelit Planet Labs telah memperluas pembatasan akses terhadap citra satelit mereka guna mencegah penyebaran informasi visual mengenai dampak kehancuran yang terjadi di lapangan.
Sumber berita: Al-Mayadeen
Sumber gambar: Al Jazeera



