Skip to main content

Korps Garda Revolusi Islam mengumumkan pada tengah malam antara Selasa, 10 Maret 2026 hingga Rabu, 11 Maret 2026 peluncuran gelombang ke-37 dari Operasi True Promise 4, yang ditegaskan sebagai serangan paling keras dan terberat sejak dimulainya perang. Dalam pernyataan resminya, Korps Garda Revolusi Islam mencatat bahwa gelombang serangan tersebut mencakup pangkalan musuh di Erbil, Armada Kelima Amerika Serikat, serta wilayah Be’er Ya’qub di Tel Aviv. Pada gelombang ke-37 ini, pihak Iran mengerahkan rudal Khaibar dan Qader yang dilengkapi hulu ledak ganda seberat satu ton, serta rudal berat Khorramshahr dalam operasi peluncuran ganda terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat dan Israel. Langkah ini merupakan implementasi dari kebijakan yang sebelumnya telah dikonfirmasi oleh Komandan Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Brigadir Jenderal Majid Mousavi pada Senin, 9 Maret 2026, yang menyatakan bahwa mulai saat ini tidak ada rudal dengan hulu ledak kurang dari satu ton yang akan diluncurkan oleh pihaknya.

Korps Garda Revolusi Islam mengindikasikan bahwa gelombang serangan ke-37 ini berlangsung setidaknya selama tiga jam dan menegaskan bahwa operasi akan terus berlanjut secara terarah dan kuat demi mencapai kemenangan penuh. Seiring dengan publikasi pernyataan tersebut, sirene peringatan terdengar di wilayah luas Israel sebagai persiapan menghadapi kedatangan rudal-rudal Iran. Serangan masif ini merupakan kelanjutan dari gelombang ke-36 yang dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2026, di mana Korps Garda Revolusi Islam menargetkan situs-situs di wilayah pendudukan serta pangkalan militer Amerika Serikat melalui serangan gabungan yang melibatkan salvo rudal Qadr, Emad, dan Khyber Shekan, serta kawanan drone bunuh diri. Seluruh operasi defensif ini dilakukan sebagai respons atas agresi bersama Amerika Serikat dan Israel yang sejak 28 Februari 2026 telah menargetkan lingkungan perumahan, infrastruktur sipil, dan sumber daya alam di Iran.

Dalam rangkaian operasi yang berkesinambungan tersebut, Juru Bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya Letnan Kolonel Ibrahim Zolfaghari mengumumkan keberhasilan pelaksanaan gelombang ke-35 melalui peluncuran rudal strategis jenis Fattah, Khaibar Shekan, dan Khorramshahr menuju target di Tel Aviv dan wilayah dekat Yerusalem seperti Beit Shemesh, serta pangkalan Amerika Serikat di kawasan. Selain serangan udara, sistem pertahanan udara terintegrasi Iran juga berhasil mencegat dan menghancurkan drone bersenjata jenis Hermes 900 di langit Ilam oleh sistem pertahanan udara canggih Korps Garda Revolusi Islam beberapa jam sebelum gelombang balasan diluncurkan. Letnan Kolonel Ibrahim Zolfaghari menunjukkan bahwa peluncuran rudal strategis jenis Qadr, Emad, Khaibar, dan Fattah dalam gelombang ke-34 sebelumnya telah membawa konfrontasi dengan Amerika Serikat dan Israel ke dalam fase baru yang lebih intens.

Rudal-rudal yang diluncurkan oleh Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam bersama unit drone penyerang tersebut secara akurat menargetkan konsentrasi tentara Amerika Serikat di Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab serta Pangkalan Udara Juffair di Bahrain. Letnan Kolonel Ibrahim Zolfaghari juga merinci bahwa pangkalan militer di utara wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Pangkalan Udara Ramat David, bandara sipil di Haifa, serta platform peluncuran rudal tersembunyi milik tentara pendudukan di Bnei Brak, sebelah timur Tel Aviv, turut terkena serangan langsung. Juru bicara Iran tersebut menekankan bahwa serangan ilegal dan tidak konvensional oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap infrastruktur nasional mereka tidak akan dibiarkan tanpa balasan. Letnan Kolonel Ibrahim Zolfaghari menegaskan bahwa daftar target Iran, yang mencakup sumber daya militer dan infrastruktur Amerika Serikat serta Israel di kawasan, berjumlah sepuluh kali lipat dari jumlah target yang dimiliki musuh, sembari menambahkan bahwa saat ini hari-hari warga Israel hanya diisi oleh suara sirene dan pelarian ke tempat perlindungan.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: Press TV