Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, memberikan pernyataan tegas dalam wawancara dengan televisi nasional Iran mengenai arah strategis Operasi True Promise 4 yang telah berlangsung selama sepuluh hari sejak 28 Februari 2026. Qalibaf menegaskan bahwa konfrontasi saat ini bukan sekadar konflik militer biasa, melainkan perang eksistensial antara kebenaran dan kebatilan, serta antara penindas dan yang tertindas. Ia menilai Amerika Serikat kini telah menjadi alat politik yang dikendalikan sepenuhnya oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang menurutnya mampu “menyetir” Presiden Donald Trump sesuai keinginan entitas Zionis tersebut.
Menanggapi keunggulan udara agresor, Qalibaf menyatakan bahwa Iran memiliki kekuatan rudal baru dengan metode serangan yang beragam yang mampu mengimbangi kekuatan udara lawan. Ia mengungkapkan bahwa rencana perang Iran telah disusun dengan sangat spesifik dan berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan selama sepuluh hari terakhir. Salah satu bukti efektivitas kekuatan penghancur Iran adalah mundurnya kapal induk Amerika Serikat dari jangkauan operasionalnya setelah menjadi sasaran tembak rudal Iran. Qalibaf memperingatkan bahwa jika musuh mulai menargetkan fasilitas penyimpanan energi dan infrastruktur Iran, maka Teheran tidak akan ragu untuk membalas dengan menghancurkan infrastruktur musuh tanpa penundaan sedikit pun.
Secara diplomatik, Qalibaf mengirimkan pesan kepada negara-negara tetangga bahwa Iran tetap mengedepankan persahabatan, namun ia memberikan peringatan keras: setiap negara yang membiarkan wilayahnya digunakan oleh Amerika Serikat untuk menyerang Iran akan menjadi target pembalasan yang sah. Ia menegaskan bahwa Teheran tidak akan terjebak dalam siklus “perang-negosiasi-damai” yang biasa dimainkan Israel selama delapan dekade terakhir untuk melemahkan lawan. Iran tidak mencari kesepakatan gencatan senjata yang semu dan tidak akan membiarkan dirinya ditarik ke dalam “siklus pemusnahan” yang dirancang oleh Washington dan Tel Aviv.
Di tengah kondisi perang, Qalibaf memastikan bahwa stabilitas politik dalam negeri tetap terjaga. Majelis Ahli (Assembly of Experts) terus bekerja dengan cepat dan akurat untuk mempersiapkan pemilihan pemimpin tertinggi berikutnya guna menjamin kelangsungan kepemimpinan pasca-syahadah Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Pesan terakhirnya ditujukan kepada dunia internasional bahwa Donald Trump salah besar jika mengira kekuatan senjata dapat memaksakan kehendak pada rakyat Iran, karena bangsa ini akan terus melawan dan tidak akan pernah tunduk pada penghinaan atau ketidakadilan.
Sumber berita: Al-Mayadeen
Sumber gambar: Times of Israel



