Laporan terbaru dari Bulan Sabit Merah Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, mengungkap skala kerusakan manusia yang sangat memilukan akibat agresi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel. Sejak serangan dimulai pada pagi hari, tercatat sebanyak 201 orang tewas dan 747 lainnya mengalami luka-luka di berbagai wilayah Iran. Agresi ini tidak hanya menyasar fasilitas militer dan administratif sebagaimana dilaporkan oleh Komando Garda Revolusi kepada kantor berita RIA Novosti, tetapi juga menghantam pusat-pusat kegiatan sipil dan institusi pendidikan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di kalangan anak-anak dan atlet.
Kementerian Pendidikan Iran memberikan rincian yang sangat menyedihkan dengan mengonfirmasi bahwa delapan puluh enam siswa gugur dalam serangan yang menargetkan tiga sekolah di seluruh negeri. Salah satu tragedi paling mengerikan terjadi di Provinsi Hormozgan, di mana Kantor Kejaksaan Umum setempat melaporkan bahwa jumlah martir dalam pembantaian di Sekolah Dasar Putri Minab telah melonjak menjadi 108 jiwa. Serangan yang menargetkan institusi pendidikan dasar ini menjadi bukti nyata dari dampak brutal operasi militer yang diluncurkan oleh pihak sekutu terhadap populasi sipil Iran.
Selain fasilitas pendidikan, sektor olahraga juga mengalami duka mendalam ketika serangan udara Israel menghantam sebuah aula olahraga di kota Lamerd, Provinsi Fars, di wilayah selatan Iran. Insiden ini menyebabkan dua puluh pemain voli putri tewas saat berada di dalam fasilitas tersebut. Serangan terhadap sasaran-sasaran sipil di Teheran dan kota-kota lainnya telah memicu kemarahan nasional yang mendalam, yang kemudian mendorong Iran untuk mempercepat respons militernya melalui Operasi True Promise 4.
Hingga saat ini, militer Iran terus melakukan serangan balasan besar-besaran terhadap seluruh pangkalan Amerika Serikat di kawasan Teluk dan melakukan penetrasi serangan jauh ke dalam wilayah pendudukan Israel. Sementara upaya evakuasi dan pemberian bantuan medis oleh Bulan Sabit Merah masih terus berlangsung di tengah reruntuhan bangunan sipil, pemerintah Iran menegaskan bahwa setiap tetes darah warga sipil, terutama para siswa dan atlet yang gugur, akan menjadi dasar bagi pembalasan yang lebih keras dan menentukan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas agresi ini.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Al Jazeera



