Serangan militer yang diluncurkan oleh pemerintahan Donald Trump bersama Israel terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, memicu gelombang penolakan keras dari internal politik Amerika Serikat. Tokoh-tokoh terkemuka dari Partai Demokrat, termasuk beberapa gubernur dan senator yang diprediksi akan maju dalam pemilihan presiden 2028, secara terbuka mengutuk tindakan tersebut sebagai agresi ilegal yang tidak memiliki dasar hukum dari Kongres. Walikota New York, Zahran Mamdani, menegaskan bahwa pemboman kota-kota dan pembunuhan warga sipil di Iran adalah tindakan yang sama sekali tidak diinginkan oleh rakyat Amerika Serikat, yang saat ini lebih membutuhkan bantuan untuk mengatasi krisis biaya hidup dan perdamaian daripada keterlibatan dalam upaya penggantian rezim di luar negeri.
Gubernur California, Gavin Newsom, memberikan kritik tajam dengan menyatakan bahwa keterlibatan Trump dalam perang berbahaya ini tidak dapat dibenarkan karena membahayakan nyawa personel angkatan bersenjata Amerika Serikat tanpa alasan yang jelas bagi publik. Senada dengan hal tersebut, Gubernur Illinois J.B. Pritzker menuduh Trump tidak peduli pada keselamatan prajurit dan meluncurkan serangan tanpa tujuan yang transparan. Kritik juga datang dari mantan Sekretaris Transportasi Pete Buttigieg serta Gubernur Kentucky Andy Beshear, yang menuntut penjelasan penuh kepada Kongres karena tindakan sepihak ini telah menempatkan pasukan Amerika di seluruh dunia dalam risiko yang sangat besar akibat potensi serangan balasan.
Di tingkat legislatif, perlawanan dipimpin oleh tokoh senior seperti Senator Bernie Sanders yang secara blak-blakan menyebut serangan ini sebagai perang yang direncanakan, ilegal, dan tidak konstitusional. Sanders menuding Trump telah berjudi dengan nyawa rakyat Amerika demi memenuhi ambisi jangka panjang Benjamin Netanyahu untuk menyeret Washington ke dalam konflik bersenjata dengan Iran. Ia memperingatkan bahwa rakyat Amerika sekali lagi sedang disesatkan, sebagaimana yang terjadi pada masa perang Vietnam dan Irak, di mana masyarakat kelas bawah yang pada akhirnya harus membayar harga termahal dari konflik ini.
Upaya formal untuk menghentikan perang mulai berjalan di Senat, di mana Senator Tim Kaine menyerukan pemungutan suara segera atas resolusi kekuasaan perang guna mencegah penggunaan pasukan Amerika Serikat dalam permusuhan lebih lanjut terhadap Iran. Senator Patty Murray juga mendesak Kongres untuk segera berkumpul kembali dan memberikan suara guna mengakhiri perang ini secara resmi. Sementara itu, Senator Elizabeth Warren dan Chris Murphy menekankan bahwa slogan “America First” yang digaungkan Trump tidak seharusnya berarti menyeret negara ke dalam perang tak berujung yang didasarkan pada kebohongan, serta menyebut keputusan tersebut sebagai kesalahan fatal yang sangat membahayakan stabilitas global.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: The Washington Post



